Gowes Tantangan Tanjakan

Ada rute yang sangat menantang karena tanjakannya, khususnya bagiku dan bolo gowesku. 

Bermula dari tantangan oleh salah seorang kenalan bolo gowes. Ada dua rute tantangan, 

  1. Rute sekitaran kuburan delingan. Rute ini sudah aku libas  habis semuanya. Katanya ada tanjakan ekstrim tapi dari semua rute di daerah ini semua sudah kelibas dengan mudah tanpa kesulitan apapun.
  2. Rute desa Gondangrejo di daerah Plosorejo, Matesih. Rute ini yang jadi catatan kali ini. 

Kamis kemarin sebenarnya adalah kali kedua gowes kami. Kali pertama boleh dibilang gagal total karena dari kami yang bertiga, semua goweser terkapar. Gak kuat nanjak lagi. Nuntun pun berat, nggenjot tak ada beda.

Kali kedua ini boleh dibilang gagal lagi. Dari berempat hanya satu yang pecah rekor. Yang tiga terkapar di tiga titik berbeda. 

Sebut saja kami adalah aku, Muh, Is, dan Zain.

Rute dimulai dari Karanganyar hingga satu titik di jalan alternatif Matesih yang berjarak kira kira 12km saja. Naik mobil biasanya 20an menit. 

Aku ambil gambar dari Google map. Inilah dia. 

Biasanya para goweser lurus saja ikuti jalan alternatif hingga pertigaan kantor pos Matesih. 

Tapi tantangan kali ini adalah ambil lajur kiri di pertigaan kecil itu. Ada papan petunjuk di sisi kiri jalan. Masuk desa Gondangrejo Plosorejo.

Langsung disambut dengan tanjakan rada belok kanan lalu landai 5 meter disambung lagi tanjakan kedua dan lebih panjang lagi hingga berujung di dekat masjid kiri jalan. Mampir masjid ambil wudlu dan dua raka’at lalu sambung terus ke timur sampai ada tanjakan yang lebih jos lagi…. 

Di tanjakan seri ketiga inilah Zain terkapar. Di belakangnya ada Muh yang slip karena roda nyentuh lumut licin, nuntun wis karena gak mungkin langsung genjot  tanpa ada ancang-ancang. Lalu kemudian Is menyusul terkapar di dekat Zain selonjoran  kaki. 

Lalu dirikulah yang dengan penuh hati-hati menapaki tanjakan. Berbekal pengalaman mata dari yang bertiga, dan onthel yang paling superior dari yang bertiga, dengan sangat pelan di genjotan tapi nafas disiplin tinggi mesti dijaga serta support teriakan dari yang terkapar mampu memompa semangat dan tenaga hingga takluklah sang tanjakan. 

Klêmun klêmun… 

Nafas tersengal… 

Tenggorokan kering… 

Istirahat dulu… 

Membasahi kerongkongan dengan air sebentar hingga dunia kembali terang. Haha… 

Ada yang ikutan mau nyoba…? 

Iklan

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s