Tawangmangu

Waktu kejadian: hari Kamis, 20 Oktober 2016.

Tempat kejadian perkara: Tawangmangu.

Ya, rada lucu sebenarnya. Mulai dari acara yang gak direncanakan, terpisahnya anggota rombongan, hingga tanjakan dan ketemu saudara dan klimaksnya adalah terminal Tawangmangu.

Hari itu, sekitar jam 6 pagi, ada seorang teman datang bawa sepeda hybrid miliknya untuk disetel RDnya. Aku pun menggelar peralatan bengkel pribadiku di samping rumah. Dan jadilah bengkel pit onthel dadakan. Dan istriku nganterin 2 cangkir teh anget ditemani pohung goreng. Sedap…

Tak berapa lama, datang satu orang lagi nimbrung ngobrol ngalor ngidul. Selesai nyetel sepeda, satu orang nyeletuk, nggowes ke mana nih…

Akhirnya, dengan tanpa rencana, kami bertiga langsung siap grak nyiapin armada onthel. Langsung genjot ngarah ke timur. Gak tahu mau ngarah ke mana, pokoke ke timur.

1Secara pengalaman (yang masih belum seberapa), sampai di titik pertigaan arah Bangsri bisa dicapai dengan sangat mudah. Kami bertiga istirahat sejenak menghalau gejala dehidrasi sambil berembug, mau diterusin ke mana. Tapi karena masing-masing maunya mengalah untuk tidak mengambil keputusan, akhirnya rembugan memang benar-benar tidak menghasilkan kesepakatan. Pokoke ngetan.

Dan seperti ada kesepakatan tak tertulis, dari titik ini kami seperti siap untuk adu speed. Dan kami pun memulainya. Benar saja, balapan rek….

Dan seperti dugaanku, si kaos biru secara data dan nyata, berhasil meninggalkan kami yang berdua. Dasar kempol kayu.

Sik, coba diperhatikan foto di atas. Fokus ke kaos biru. Lebih spesifik lagi ngarah ke sepatu. Hmmm… betul. Dia pakai safety shoes yang biasa dia pakai di proyek observasi tanah. Karena saat ini dia adalah ketua tim observasi tanah yang bekerja sama dengan salah satu universitas terkemuka di kota Solo. Dan sepeda yang dia pakai adalah Federal Cycle2000 yang secara fitur jelas jadul dan secara bobot adalah sangat berat dibanding sepedaku yang jelas berstatus sepeda anyar yang aku beli di Solo Paradiso Bike, begitu pun si Spez ijo yang aku ambil di Solo Bike Galery, Ledoksari. Di foto gak ada gambar si Federal kan. Parkirnya kejauhan dari cakupan kamera Note5. Jadi secara teknis si biru memang benar-benar monster (secara habitat kami).

Dengan armada yang diatas kertas kami berdua unggul pun secara telak tetap saja kalah adu speed dengan si biru. Dia melesat jauh meninggalkan kami berdua yang ngos-ngosan saling memompa semangat agar gak turun dari sadel. Saat wajah kami memucat dan beristirahat di dekat kantor pos Matesih, si biru sudah gak kelihatan lagi. Embuh wis…

Mudah-mudahan dia menunggu kami di pertigaan lampu merah depan polsek Matesih.

Akhirnya kami berdua mencoba menyusul dia ke sana. Tapi ternyata gak ada. Celingak-celinguk nyari warung soto, masih pada tutup. Warung tahu kupat, tutup juga. Ada apa ya, kok pada tutup…

2Akhirnya kami berdua meneruskan perjalanan ngarah Koripan. Senyaman kaki mengayuh saja. Sambil ngobrol santai, lha kok Koripan bisa diraih dengan mudah ya. Gak seperti kali pertama, ceritanya disini. Akhirnya kami sepakat buat nanjak lagi. Dan ngos-ngosan lagi hingga di daerah Sepanjang. Kami mampir sarapan soto dulu sambil nyawangi gunung gamping dari kejauhan.

Tuuut….. tuuuut…. si Note5 menyapa.

Assalamu’alaikum….

Wa’alaikumsalam…

Pakdhe, niki ten pundi?

Kulo nembe sarapan Om, di daerah Sepanjang… Sampeyan dimana?

Kulo mpun ten griyo…

Weladalah…

Ternyata si Biru sudah sampai rumah.

Selesai sarapan dan ngobrol dengan Bapak pemilik warung, kami lanjut gowes. Di depan ada tanjakan mantap.

Eh… mampir dulu di tempat saudara sepupu. Mumpung lewat. Sudah luwama kami tidak ketemu.

Ya Allah, tak kiro wong kesasar…. kok ada orang sepedaan masuk gang buntu sini…! Mbak Anik saudaraku ini terkejut ketika di depan rumahnya ada temanku celingak celinguk. Aku sengaja di belakang untuk memberi kejutan. Berhasillll….

Gak ada fotonya…. jadi fitnah entar….

Sekitar 1 jam kami ngobrol mengobati kangen. Kemudian kami lanjut naik dan naik ke tanjakan berikutnya.

Sate landak lewat… tanjakan berbelok di pos loket wisata (yang gak difungsikan lagi) lewat juga… konon banyak goweser dengan sepeda balap yang nuntun di titik ini. Alhamdulillah, kami dengan armada MTB Giant Talon dan Specialized Pitch Pro berhasil mengayuh hingga mendapat acungan jempol beberapa pengendara motor. Pompaan semangat tuh…

4Tapi kayuhan terhenti beberapa meter sebelum masuk jalan besar Tawangmangu-Karangpandan. Pedhot nafas wis… ambil nafas beberapa saat, lalu kayuh lagi dengan sepenuh perjuangan hingga berhenti di depan Djitoe Cell, kios pulsa dan isi ulang parfum yang jadi pelanggan setiaku. Ngobrol sebentar lalu kami lanjut naik hingga terminal. Narsis dulu dan membuat barang bukti pencapaian kali ini. Lalu sholat dluhur di masjid dekat terminal, dan pulang…

Bagi goweser lain mungkin sudah biasa, tapi bagiku ini adalah pencapaian baru….

5

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s