Lepas

Itulah perasaan kami saat nggowes santai dengan rute, Mojoreno (Sidoharjo) – Jatiroto – Jatisrono – Sidoharjo dengan rute bervariasi. Kadang onroad tapi kadang offroad.

Petualangan bermula Rabu malam. Sepulang acara di Solo dengan istri, bolo-bolo sudah menunggu dengan raut wajah sumringah. Meski secara standar goweser, model kami memang gak masuk itungan tapi hal itu gak mampu menghalangi kami untuk tetap menikmati segala keadaan. Gimana coba, belum semua pakai helm, belum semua pakai sepatu. Gak ada pakaian khusus buat gowes. Gak nggenah wis pokoke. Subhanallah…

1Dengan dua armada roda empat masing-masing membawa 3 unit onthel dan 3 orang. Pas enam set. Habis maghrib langsung cabut ngarah ke rumah orang tua salah seorang bolo. Tujuannya adalah kelurahan Mojoreno Sidoharjo Wonogiri. Sampai sana sekitar isya. Turunin onthel dan aksesories, lalu ramah tamah dengan sang Ibu empunya rumah dengan suguhan teh manis dan marning istimewa, benar-benar kualitas jempol, sering dipesan orang Jakarta dan Medan.

2Lalu acara dilanjut sholat isya’. Selesai sholat isya ternyata di sebelah ruangan sudah disiapkan makan malam yang subhanallah….. Allahu Akbar, mantaps. Tempe mlanding yang di bothok adalah menu yang jadi favoritku sejak dulu kalau pas main ke Wonogiri bagian timur. Habis makan malam, kami bantu cuci-cuci dan ngobrol sebentar, meluruskan niat agar tidak sia-sia perjalanan kami ini. Ya Allah, jagalah hati kami agar selalu mengingatiMu dan bersyukur atas segala ni’matMu. Jadikan perjalanan kami ini sebagai salah satu ikhtiar kami untuk menjaga kesehatan kami agar bisa menjadi bekal dalam menghamba kepadaMu. Amien…

3Pagi harinya usai subuhan di masjid terdekat, oleh Ibu sudah disiapkan teh manis dan singkong goreng. Dan ini juga menu favoritku juga. Singkong goreng… Alhamdulillah, mantaps. Dan cukuplah bagi kami sebagai menu sarapan.

Agenda utama dimulai dengan doa singkat padat dan nggowes ringan meninggalkan kampung. Ngarah ke selatan yang berupa kawasan persawahan dan perkebunan. Dan pagi itu kami disambut dengan pemandangan yang bagi kami subhanallah… indah bener. Mak nyess ke dalam sanubari. Udara sejuk pagi dengan sapuan kabut tipis dan serombongan bangau putih yang terbang teratur benar-benar menjadi ni’mat yang sangat layak disyukuri. Maka dengan ni’mat Allah yang mana lagi yang hendak didustakan?4

Serasa ingin pindah rumah hehe….

Karena indahnya suasana pagi itu, kami bersepakat untuk diam dulu barang sebentar untuk menikmati panorama indah pagi. Sekitar setengah jam kami hanya bisa bersyukur dan bibir kami hanya bisa berulang-ulang bertasbih menyebut nama Allah.

6Setelah puas menikmati suasana sawah, kami lanjut agenda gowes kami. On road… dengan rute jalan aspal kelas 3 di antara perkampungan. Kadang aspal berlubang dan paling sering tanjakan dan turunan, khas Wonogiri. Kami tempuh dengan rute seenaknya, dalam arti tidak mencari rute terdekat untuk mencapai tujuan. Kami belok sana belok sini karena memang gowes ini adalah dalam rangka menikmati hidup. Tenanan iki…

7Hingga tak terasa saking asyiknya, kami sudah sampai di kecamatan Jatiroto. Berhenti sebentar di depan kantor kecamatan. Narsis sebentar. Tuh kan, modelnya memang katrok ndeso edisi. Gak mbentuk blas… secara pakaian gak standar, secara badan juga gak proporsional, apalagi secara tampang… wis kacau balau. Tapi yang jelas aku perhatikan, wajah-wajah mereka nampak ceria. Meski sedikit berpeluh, nampak keceriaan macam anak kecil yang sedang bergembira. Lepasss….

8Selesai acara narsis, kami lanjut gowes dengan rute lurus ke timur ngarah ke Jatisrono. Jalanan relatif halus dengan pepohonan kiri kanan menaungi perjalanan kami. Rute cenderung meninggi dengan tanjakan di beberapa titik. Asyik polll… dan saking asyiknya pula, aku gak sengaja nggenjot terlalu cepat hingga rombongan tertinggal lumayan jauh. Kesempatan ini aku pakai buat merekam aksi mereka yang terlihat masih terlihat kecil banget di belakang. Mungkin ada sekitar seperempat jam aku nongkrong di pinggir jalan menunggu mereka. Beberapa saat kemudian jam di Note5 ku menunjuk 8 pagi lebih sedikit. Bro, nyari masjid ya…!

9Di kanan jalan ada masjid yang lumayan bersih. Kami mampir untuk sholat dhuha. Bukannya mau riya’ tapi ini harus menjadi agenda tetap bagi goweser muslim. Nggowes memang bagus, tapi jangan dinodai dengan aksi-aksi anarki, atau melakukan perbuatan sia-sia bahkan cenderung maksiat. Nongkrong di warung dengan seenak gaya, bergaya sok kuasa atau hal-hal tidak simpatik lainnya. Tetapi sebaliknya, sambil nggowes kita bisa berbuat baik kepada sesama. Berbagi rejeki dengan yang kebetulan membutuhkan. Berbagi keceriaan bersama anak-anak jalanan. Dan yang utama, bersujud kepada Allah yang menciptakan dan bersyukur karena Dia telah memberi kita sedikit kesempatan dan kelonggaran dalam hidup ini.

Selesai sholat, kami rehat dulu sejenak membuka bekal berupa masing-masing sebutir telur rebus dan air putih. Alhamdulillah…. jos gandhos. Ora entuk imbuh, mundhak kewaregen…. bahaya…. gak sido bakar kalori malah numpuk gajih…

Selesai menyantap telur, kami lanjut hingga Jatisrono kota. Kami mampir mengunjungi teman salah seorang dari goweser. Hingga beberapa saat dan bahkan disiapkan pula buat kami makan siang lengkap… empat sehat lima sempurna. Aku yakin, daging ayam yang disajikan pasti baru saja disembelih. Aroma gurih segar daging ayam kampung yang digoreng begitu menyeruak dan memporakporandakan pertahanan hidung kami semua. Mekrok kabeh irunge… Daripada bertahan, kami lebih memilih untuk menyerbu semua yang dihadapan dengan diiringi senyum lebar sang teman empunya rumah. Saat itu jarum jam dinding belum menyentuh angka 11 siang. Sepertinya begitulah cara wong Wonogiri menyambut tamu. Ramah dan bergizi…. Mantaps… Subhanallah…

Usai memenuhi rongga perut, kami berpamitan dan berisyarat akan datang kembali, hehe… tuman ketagihan. Dan ternyata rute Jatisrono ke Sidoharjo kami tempuh dengan melalui jalan propinsi, bolak balik berpapasan dengan kendaraan besar-besar…. sereemmm. Apalagi ketika mendekati terminal Sidoharjo ada tanjakan panjang lagi berkelok dan diiringi dua bus besar membuat kami harus berpacu antara deru nafas dan asap kendaraan. Sungguh tidak nyaman. Kenyang asap…!!! Aku tengok ke belakang, hanya nampak satu bolo gowes. Yang lain sepertinya terlalu jauh tertinggal di belakang, belum bisa nyusul.

10Di pertigaan terminal, kami berdua belok kiri ngarah ke ke kampung asal, Mojoreno. Santai saja sambil nunggu rombongan yang tertinggal. Namun hingga kami berdua sampai di kantor kelurahan Mojoreno dan istirahat, tak juga kelihatan mereka. Tak apa, kami ngobrol-ngobrol dulu dengan salah satu pegawai kelurahan yang menyempatkan diri keluar kantor untuk menyapa kami. Sekitar duapuluh menitan baru kelihatan titik kecil di kejauhan serombongan kecil goweser. Dan semakin dekat semakin dikenal wajah-wajah itu. Hehe…

Akhirnya kami berkumpul kembali dan ternyata jumlah personil masih utuh, pas… gak ada yang ilang. Alhamdulillah…

11E..eh… lha kok malah yang datang terakhir masih nantang nambah lagi. Akhirnya kami batal belok kampung untuk istirahat tapi malah kembali ngaspal hingga sampai di tempat pertigaan pojok sawah dimana kami start pagi tadi. Dari kantor kelurahan sekitar 3 sampai 4 km jaraknya. Hehe.. anggaplah bonus.

Dan kami lanjut dengan menelusuri jalan sawah yang siang ini kabutnya sudah menyingkir tak terlihat lagi. Dan kami mencoba jalan rerumputan yang lebih mirip pematang sawah. Cross country tenan iki…

12Dan ketika area persawahan sudah terlewati bukannya kami langsung menuju rumah bolo gowes, tapi ambil jalan ke kanan dan masuk ke area perkebunan. Ada tanjakan yang memang dilihat dari jauh terlihat menantang. Genjot lagi… dan ternyata tanjakannya banyak batu-batuan yang suka jalan-jalan kalau kena ban… ada satu goweser yang terpaksa turun dan nuntun karena salah langkah, maunya atur gigi ringan eh malah keliru tambah berat. Yo wis… akhirnya tanjakan berakhir di sebuah pertigaan kecil dan kami ambil kiri yang dicor dan beberapa belokan lagi terlihatlah rumah yang jadi basecamp.13

Sampai di markas sekitar jam 2 siang. Istirahat dan mandi, lalu sholat jama’ dan qashar antara dluhur dan ‘ashr, lantas atur persiapan pulang.

Alhamdulillaah….. Alhamdulillaah… Alhamdulillaah….

Linak lijo linggo litang….

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s