Rute Baru

Mungkin bagi yang sudah wira-wiri nggowes, jarak sekitar 19km dengan didominasi tanjakan adalah hal biasa, tapi bagiku dan bolo-bolo dengan pengalaman nggowes nol persen adalah sesuatu. Dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk nggowes lagi dan lagi. Sebenarnya kalau mengikuti rute jalan besar gak akan sampai 19km, tapi kami memang mau bersantai dengan jalur suka-suka.

Begitulah, pagi tadi start dari rumah sekitar jam setengah 6 pagi. Basecamp di daerah Mojo, Ngaliyan. Disana sudah menunggu 2 orang teman. Satu orang gagal berangkat karena onthel baru saja accident. Langsung pancal dengan diiringi doa perjalanan.

Kami mulai nanjak di jalan sisi selatan desa Mojo ini, menyusuri bekas irigasi jaman Belanda. Nanjak terus sampai di desa Kerten dimana ada pohon besar yang ada tulisan Perjanjian Gianti tahun 17an, lalu masuk jalan besar Karanganyar-Matesih dan kami langsung mengarah ke timur.

1

ayoooo pancaaal…

Beberapa menit kemudian kami keluar lagi dari jalan besar menyusuri jalan persawahan daerah Gantiwarno sampai tembus jalan alternatif Matesih, kalau ngarah kiri ke Ngrawoh Tegalgede, kalau ke kanan ngarah ke Matesih, ambil kanan. Jalan masih sering nanjak, gak seberapa nanjak tapi panjang, dan semakin ke atas semakin sering nanjak. Jalan alternatif ini berada di antara rute jalan Solo-Tawangmangu dan Karanganyar-Matesih.

Jpeg

si merah mulai semangat

Jalur ini punya penampakan kiri kanan persawahan, dan relatif gak ada kendaraan besar karena memang bukan kelas jalannya. Di jalur inilah kami beberapa kali berpapasan dengan sesama goweser baik berombongan maupun sendirian. Dan bagusnya, sesama goweser meskipun gak kenal, punya insting sama…. Thinnngg…. dan kami saling berbagi sapa. Subhanallah…

Di pertigaan daerah persawahan antara Plosorejo-Ngemplak, kami istirahat dulu. Belum sarapan je… dan lupa minum pula. Dan yang kaos biru malah baru start puasa Syawwal. Jadi kami pun gak ada agenda mampir sarapan, gak enak sama yang puasa. Sesekali kami bercanda buat mampir ke warung sate atau kakap bakar, tapi si biru anteng aja karena dia tahu warung belum pada buka juga.

Jpeg

yang item itu aku

Di satu titik sesudah bendungan dan pancingan kelompok tani Sumber Pucung yang ada patung ikan, ada tanjakan yang buat kami lumayan panjang. Aku sendiri fokus nggenjot pedal dan pindah gigi biar enteng. Sampai di dekat SD Negeri 2 Plosorejo aku berhenti di pos kamling karena pas nengok ke belakang, ternyata rombonganku gak kelihatan, jauh tertinggal. Woalah…. keasyikan sampai ninggal rombongan.

4

bolo-bolo belum kelihatan

Akhirnya kami sampai di pertigaan depan kantor pos Matesih, dan si jaket merah kelihatan perlu diisi BBM. Akhirnya dengan kelonggaran hati si biru yang lagi puasa kami nyari warung sate atau kakap bakar.

Kami ngarah ke selatan, kali aja di pasar Matesih ada yang kami cari. Gak nemu. Sedikit bergeser ke selatan, ada warung tapi belum buka. Sampai lampu merah pertigaan dekat polsek Matesih, gak nemu juga. Akhirnya kami ambil kanan ngarah balik ke Karanganyar, siapa tahu nemu warung yang dicari.

Karena jalanan mulai menurun, kami kayuh ringan-ringan saja sekedarnya. Dan sepanjang jalan itu kalaupun ada warung sate semua-mua masih tutup. Di pertigaan daerah Ngadiluwih juga tutup, bahkan warung sate depan Pasar Dadapan juga masih tutup. Akhirnya hingga sampai daerah Jantiharjo dan masuk desa Kerten yang ada monumen Perjanjian Gianti lalu sampai di Mojo pun perut belum terisi juga. Yang puasa malah tersenyum penuh kemenangan, hehe…. dan di pertigaan desa Mojo kami berpencar. Si biru kembali ke rumah, dan kami berdua masih berburu sarapan.

Kami genjot ke barat menuju SPBU Ngaliyan. Di sisi baratnya ada warung sate yang biasa buka pagi. Sampai di sana, weladalah…. ada tulisan nempel di pintu….TUTUP.

Ke utara BPD Karanganyar saja, Kang… si merah berseru di belakangku.

Aku minta dia pindah ke depan dan kami menuju ke sana. Sampai titik yang dituju, masih kosong belum buka. Akhirnya kami balik kanan mengarah ke Bejen, alamat nambah rute nih… Tapi sampai di perempatan polsek Karanganyar, aku ingat di sebelah barat stadion 45 ada warung sate. Kami pun berbelok ke sana dan alhamdulillah, jadi sarapan sate kambing dan lemon tea anget kesukaanku nih…

Sambil nyokoti daging bakar, kami rembugan tentang kemungkinan bolo-bolo yang akan bergabung di kemudian hari. Kelihatannya akan semakin bertambah anggota jama’ah gowes ini. Juga ada wacana tentang kebutuhan helm dan perlengkapan lainnya.

Selesai sarapan, kami berpencar dan pulang. Sampai rumah, jam dinding menunjuk jam 9 lebih.

Allahu Akbar wa lillaahi al-hamdu, Karanganyar-Matesih kami raih dengan mudah.

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s