Onthel, Racun Dunia

Konon, seorang J-Lo dalam satu momen hidupnya terinspirasi oleh aroma tempat dia berada. Lalu dia membangun angan-angan, khayalan dan imajinasinya dengan kesan aroma itu. Kemudian dia mengundang para Nose, yakni kaum perfumer yang mampu membaca emosi bahkan membangkitkannya, mampu meraba kenangan si dia lalu mereka sendiri akan memimpikannya, membangkitkan imajinasi mereka lalu merangsang indera mereka untuk mengurai unsur apa saja yang membangun emosi si dia. Dari kemampuan seorang Nose yang mampu membedakan dan mengidentifikasikan ribuan aroma dasar dari alam, mereka akan menciptakan wewangian yang sesuai dengan emosi si dia. Dari sinilah tercipta konsep rancangan wewangian baru. Tentunya dari sekian Nose yang merancang, hanya ada satu saja yang berhasil lolos dari seleksi yang kemudian dengan melibatkan ahli kimia akan terciptalah bentuk fisik sebuah parfum. Tinggal pabrikan yang ditunjuk oleh si dia yang akan memproduksi parfum secara massal untuk dipasarkan.

Demikian pula di dunia sepeda.

racun dunia

ada kesamaan

Konon, merk sepeda kelas kakap di daratan Amerika dan Eropa tidak selalu membuat semua frame mereka sendiri. Mereka memilih sekedar menjadi desainer lalu melakukan outsourcing ke negara lain sebagai pabrikan yang memproduksinya. China, Taiwan dan Indonesia misalnya, kan bisa menjadi pilihan untuk menekan biaya produksi. Lha wong Piaggio juga membangun unit produksi di Vietnam to. Untuk beberapa merk yang masih asyik mengisi semua range harga sepeda, dari yang entry level sampai high end dan yang gila sepeda, mereka akan membuat sendiri frame premiumnya dan harganya tinggal menyesuaikan saja, sedangkan untuk model menengah ke bawah diproduksi di negara padat karya. Strategi bisnis yang mudah dibaca.

Jadi kita gak usah terbius oleh merk wis…

Selama level sepeda kita berada di mid hingga entry level, gak ada itu impor murni dari negara asal merk. Paling make nama doang.

Onthel itu ya onthel, titik.

Gak usah bangga dan membusungkan dada kalau “dhalangan pit”nya bertuliskan merk luar negeri. Sebaliknya gak usah ciut nyali kalau tulisannya bisa dibaca oleh anak-anak kecil di dusun-dusun sekalipun.

Suatu kali aku ketemu goweser senior yang bilang, woalah Mas…. apa masih ada to sepeda kelas menengah ke bawah yang diproduksi di Amerika atau Eropa?

Horro to kono…

Masih dari sang senior, yang penting fungsinya Mas… dan sepanjang kita bisa menikmati, ya sudah. Kuncinya adalah kombinasi antara bersepeda dan alam sekitar. Selagi kita bisa memadukan unsur olahraga dan keindahan alam, disitulah tujuan dasar dalam proses menyehatkan.

Nah lo…

Betul betul betul….

Yang aku tahu, sepanjang nggowesnya dalam batas normal bukan kaum pro yang hidup dari bersepeda atau hidup untuk bersepeda, tentu sepeda mahal adalah sia-sia. Dan bukan alasan kalau sepeda murah rasanya gak enak. Tinggal bagaimana cara menimatinya saja to…

Mungkin iya kalah nyaman dari sepeda mahal. Tapi fungsi dan tujuan utama tetap saja, sama.

Coba kita tengok apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa

لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Kalau saja bani Adam diberi satu lembah penuh emas, niscaya dia ingin yang kedua. Dan kalau diberi yang kedua, dia akan menginginkan yang ketiga. Tidak ada yang bia menghalangi isi perutnya kecuali debu. Dan Allah akan mengampuni orang yang mau bertaubat.

Silakan dicek di shahih Bukhari, bab Apa Yang Perlu Ditakuti Dari Fitnah Harta, hadits nomer 6438 di Maktabah Syamilah versi digital.

Sudah sifat dasar manusia yang tak pernah puas. Hari ini beli onthel seharga 4 juta. Selang beberapa bulan akan keracunan upgrade untuk hal-hal yang disangka perlu lalu keluar kocek senilai bahkan lebih dari harga awal sepeda. Beberapa bulan lagi dia akan mengganti atau menambah sepedanya dengan yang baru senilai 2 sampai 3 kali lipat dari sepeda pertamanya. Begitu dan seterusnya…

Belum lagi kalau belanjanya mesti nyicil berbunga riba. Weleh…weleh… na’udzu billaahi min dzalik.

Racun dunia akhirat ki…

Sudah…

Bolehlah kita suka onthel, cinta onthel. Tapi yang obyektif saja. Mencintai itu menerima siapa dia adanya. Kekurangan dan kelebihannya. Secantik apa dia, kalau jatuh ya sobek, kita juga bonyok. Semakin cantik semakin mahal dan ribet ngurusnya. Jangan terpaku dengan dia, tapi lihat diri kita juga. Kemampuan dan keahlian kita ada batasnya.

Weleh…. onthel bukan foto model…

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s