Headlamp Buat Gowes Malam

Seiring dengan perubahan kebiasaanku dalam pilihan moda transportasi jarak pendek dari motor ke onthel, semakin sering aku mengandalkan si Heist dan Talon untuk pemenuhan kebutuhan harianku dan keluarga. Memang selain untuk nggowes offroad, aku juga gunakan untuk komuter harian. Hingga suatu ketika, aku harus gunakan onthel untuk acara malam hari. Dan sampai disini aku kebentur dengan ketiadaan lampu penerangan.

Akhirnya karena sudah menjadi kebutuhan, aku ke Rodalink Solo untuk belanja lampu depan yang bisa dipasang-copot, sekalian servis si Heist pasca kecelakaan kemarin. Heist ganti front brake set dan aku ambil lampu depan merk Cat Eye Volt200. Terus terang pertimbangan utama memilih tipe ini adalah plug play dengan braket yang terasa kokoh dan baterai isi ulang yang digunakan adalah lithium polymer. Kenapa mesti lithium polymer? Googling aja… Sebenarnya secara spek aku gak begitu nggagas, yang penting kebutuhan terpenuhi.

1.JPG

tanpa charger unit

Paket lampu terdiri dari unit lampu dan kabel USB buat ngecharge. Herannya gak ada unit head chargernya. Jadi harus ndompleng charger hape atau colokin ke USB port di laptop atau komputer. Jadi inget waktu beli Giant Talon, gak ada standar sampingnya. Opo memang karakter MTB mahal ya…. mesti numpang dan menjadi beban bagi yang lain. Mau markir sepeda mesti nyandar ke benda lain, sekarang mau ngisi ulang baterai lampu juga mesti ngandalin alat lain. Jan gak mandiri blas… barang mahal kok masih saja bergantung kepada yang lain…. Bahkan segelintir orang kaya di sebuah negara sana masih saja bergantung kepada jutaan warga miskinnya. Jan tenan….

2

ayo anak-anak… semangat

Nah, waktu nyoba dipakai ternyata lumayan juga. Gak kecewa.

Nyala lampu ada 2 tipe, manteng dan berkedip. Yang manteng punya 2 tingkat, sedang dan terang.

Sudah dua kali aku panteng buat nerangin buka bersama bolo-bolo di pinggir sawah dengan perkiraan waktu total lebih dari 3 jam masih oke. Hingga suatu malam aku pakai nggowes bareng anak-anakku yang cowok-cowok, tanda low battery nyala merah, pertanda baterai mulai butuh di recharge dan nyala lampu masih cukup terang meski aku set ke sedang.

Sambil jalan sedang, aku jepret anak-anakku dari belakang sekenanya dengan kamera Sony Z3+ dual dalam mode auto dalam kegelapan area persawahan di daerah Tegalgede Karanganyar.

Lalu sekitar seperempat jam kemudian lampu mati pet. Gak mau nyala lagi. Untung gak cuma satu unit..

O iya… ini aku jepret di kali yang lain, pagi hari di kisaran jam 5 pagi.

3

nyorot kodhok

 

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s