Pungli di Sekitaran Bandara Adi Sumarmo

Kemarin ngobrol dengan teman sepulang nggowes malam di warung hik lor alun-alun Karanganyar. Lha sejak punya onthel sekarang jadi nggowes kalau ada acara di seputaran Karanganyar.

Sambil nyruput teh anget kami ngobrol ngalor ngidul seperti biasanya kalau ketemu bolo-bolo. Lha kok dari obrolan jadi ngrasani… Betul, ngrasani tukang retribusi dan tukang parkir yang kelihatan oleh kami kok gak semestinya dalam arti, ilegal atau pungli.

Dari tukang parkir yang gak ngasih karcis retribusi sampai tarif yang gak sesuai maupun “petugas” yang gak berseragam. Asli atau palsu….???

Lha ndilalah aku juga ingat pas beberapa waktu lalu melepas keberangkatan kedua orang tua dan adikku umroh, kami sak keluarga naik tiga mobil.

Ceritanya begini:

sisi luar bandara.JPGSaat pesawat take off kami memilih untuk ngiyup di luar area bandara dan memarkir mobil di sisi selatan bandara. Di bawah pohon kami menggelar tikar yang dibawa dari rumah dan membuka perbekalan lengkap yang semua kami bawa dari rumah, termasuk tempat sampah portable yang memang kami ajarkan kepada anak-anak untuk selalu menjaga kebersihan di manapun kami berada karena menjaga kebersihan merupakan ajaran Islam.

Sambil ngemil kami ngobrol dan sebagian mempersiapkan makan siang. Tak lama kemudian pesawat take off. Selepas itu kami melanjutkan lagi makan-makan sampai selesai dan tinggal minuman. Bungkus makanan masuk ke tempat sampah sendiri meskipun di situ ada tempat sampah dari ban yang tergeletak gak beraturan dibawah pohon. Saat itulah datang dua orang yang satunya menenteng semacam folder dan satunya lagi memegang bundelan karcis lalu dia bilang,

Retrisbusi kebersihan Pak. 1000 rupiah per orang. Yang dewasa saja yang bayar.

Loh, bukannya parkir, Mas? Aku tanya saja.

Bukan Pak. Ini retrisbusi kebersihan. Berapa orang Pak?

Sambil heran aku ngitung…. sepuluh Mas.

Dia lantas menyobek karcis 10 lembar lalu dikasih ke aku.

agro bantiraKetika melihat karcis itu, aku langsung merasa ada yang gak bener. Tapi inilah Indonesia. Banyak hal gak bener yang berlaku. Terlalu banyak untuk disebutkan.

Kok karcisnya bukan dari pemerintah daerah selalu badan penyelenggara negara, tapi kok pondok kuliner… aturan macam apa ini?

Memang begitu Pak disini…. itu sudah diturunin malah. Dulu lebih mahal.

E’eh… jawaban mase itu bikin aku tambah gagal faham bagaimana orang Indonesia ini.

Karena banyak anak kecil dan perempuan, yo sudah aku serahkan 10 ribu dengan berat hati. Bukan masalah besaran rupiahnya. Tapi kok yo ngono gitu loh…

Aku lalu mengumpulkan anak-anakku dan menerangkan kepada mereka bab haramnya pungli dan berdosanya pelaku. Keterangan aku perluas dengan fenomena fitnah yang secara sistematis menggerogoti kehormatan bangsa ini.

Dalam Islam, bagi muslimin sudah ada aturan zakat yang sudah menjadi ketetapan al-Qur’an dan Sunnah, sedangkan bagi non muslim berlaku pajak yang aturannya bisa diolah oleh pemerintah dengan mempertimbangkan aspek keadilan. Bila terjadi kejadian luar biasa kadang bisa berlaku aturan “pajak” bagi semua orang, misalnya kas negara mengalami defisit. Tapi ini kasus yang jarang terjadi.

Btw… duit 10 ribu sebenarnya belum seberapa. Tapi kalau karena hal gak seberapa malah jadi sebab masuk neraka….opo gak rugi tuh… gak cucuk lah…

Sudah, ayo kita pulang.

Yah, kan kita sudah bayar retribusi kebersihan. Bagaimana kalau sampah yang sudah kita simpan itu kita buang saja di tempat sampah di bawah pohon itu?

Hehe… salah satu anakku yang baru 6 tahunan punya ide.

Oke… buang saja di sana.

Begitu ceritanya.

Lha sampai di rumah aku buka google. Nemu ini:

Pungli Di Seputar Bandara Adi Sumarmo

Kisah Hantu Indonesia Bernama Pungli

Pajak dalam Islam

Dosa-Dosa Yang Menyebabkan Pelakunya Masuk Neraka

Baik untuk dibaca.

Kalau ada yang mau nambah komentar atau link untuk amal sholih… baik untuk dilakukan…

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s