Antara memilih Sepeda Gunung Dan Memilih Istri

Menurut nasihat orang tua,

Lee… golek bojo pisanan ki sak-sake wae. Lha sing nomer loro kowe kudu pilih-pilih… (lihat catatan dibawah)

Nasihat itu aku pegang kuat-kuat. Hingga saat ini, ketika aku berdiri (lagi) di depan pintu Rodalink Solokothok.

Aku ingat ketika beli Polygon Heist 2 kemarin, aku nembungnya asal-asalan. Sak-sake yang penting sepeda hybrid. Lha untuk yang kedua ini aku mesti pilih-pilih…

Mencoba mereset dari awal lagi. Terus terang, dari pengalaman pertama, sedikit banyak pastinya ada poin-poin yang berkembang menjadi godaan iman dan latihan menahan diri. Tapi juga jangan anggap enteng untuk urusan memilih sepeda onthel ini.

Masih ingat ketika pertama masuk toko, ngeleg idu Bro. Harga onthel kok wuih tenan. Sekarang waktunya ngitung-itung nih… biar gak salah pilih. Pilihan pertama kemarin adalah Heist 2. Sekarang mau upgrade tipe atau downgrade? Godaan iman kan?

Tentu milih upgrade. Tapi karena masih gak mudheng, lihatnya harga dulu. Kata orang ono rego ono rupo. Bagi yang berkantong tebal, salah beli onthel tentu bukan problem serius. Tapi bagiku yang harus menabung sedikit demi sedikit untuk bisa beli, salah pilih adalah perkara besar.

Jangan sekali-kali membeli sepeda hanya karena senang pada bentuknya, tapi prioritaskan pada fungsi sepeda dan kebutuhan. Tentukan dulu penggunaannya untuk apa. Jangan sampai salah setting.

Setahuku, pit onthel dibagi beberapa kategori nurut fungsinya (baca-baca waktu di warung Rodalink),

1. MTB: sepeda gunung yang multifungsi untuk medan offroad, jalan berbatu, dan lintas alam. Ada beberapa tipe MTB,

  • Gravity: untuk olahraga turun gunung (downhill) secara ngebut.
  • XC Race: khusus untuk medan crosscountry dengan frame yang ringan dan mengutamakan kecepatan dalam berkendara. Tersedia dalam dua varian yaitu dengan suspensi tengah dan tanpa suspensi tengah.
  • XC Sport: seperti XC race dengan harga generik.
  • Leisure: dengan posisi duduk yang lebih tegak demi kenyamanan berkendara, bisa multifungsi baik di offroad maupun kota-kota.
  • Women: didesain khusus untuk pengendara perempuan dengan jangkauan kemudi yang lebih dekat, desain yang memudahkan naik turun sepeda, serta kontrol kendali yang aman untuk mereka. Tapi boleh juga dipakai kaum adam.
  • Trail: digunakan untuk menjelajah medan offroad khususnya terjal dan berbatu. Terdapat dua varian yaitu dengan suspensi tengah dan tanpa suspensi tengah.
  • Enduro: untuk menjelajah medan offroad ekstrem di pegunungan atau diluar perkotaan.

2. Road: sepeda balap yang ringan dengan ban licin untuk jalan raya, tidak untuk offroad dan jalan berbatu. Macemnya,

  • Race: khusus untuk performance tinggi pada kecepatan saat kompetisi. Kokoh, ringan dan responsif untuk para pecinta kecepatan.
  • Endurance: dengan posisi duduk yang lebih tegak untuk meningkatkan kenyamanan saat touring atau sekedar melatih endurance.
  • Flatbar: didesain khusus dengan handlebar yang lurus agar posisi berkendara dapat lebih tegak untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

3. Urban: sepeda untuk pemakaian sehari-hari di dalam lingkungan perkotaan. Terdiri dari city bike, speed utility bike, hybrid bike, sepeda lipat, dan sepeda tandem. Diantara tipenya adalah

  • Hybrid: didesain dengan geometri frame sepeda gunung (MTB) tetapi dengan roda 700C seperti pada sepeda balap. Bisa dipakai di kota maupun desa.
  • Speed utility bike: sepeda untuk perkotaan yang gaya dan minim perawatan. Dilengkapi dengan belt sebagai pengganti rantai serta internal gear yang akan mengurangi kebisingan saat berkendara dan tentunya bebas perawatan.
  • City: sepeda yang paling banyak digunakan di perkotaan atau perumahan. Dengan aksesories seperti keranjang, lampu, dan carrier belakang.
  • Tandem: sepeda unik yang didesain khusus untuk dua pengendara sekaligus. Sangat cocok untuk bersepeda di taman rekreasi atau di sekitar perumahan bersama pasangan atau keluarga tercinta.
  • Folding: sepeda lipat yang praktis dan inovatif bagi yang bermobilitas tinggi. Bisa dilipat dan disimpan secara ringkas.

4. BMX/Dirtjump: sepeda yang digunakan untuk atraksi lompatan tinggi atau di bike park.

Dilengkapi dengan frame yang kokoh untuk meredam benturan saat sepeda kembali menyentuh tanah.

5. Youth: sepeda untuk remaja dan anak-anak.

Terdapat varian road bike, MTB dan sepeda khusus anak-anak.

Nah, sekarang…

Yah… Yah… bangun Yah… ada tamu.

Ternyata tamunya ngantar Polygon Monarch 5.0 G PA 26 dan Polygon Vander20 MA 20, 13A, B. Embuh kode apa itu. Dua-duanya buat anak-anakku. Banyak anak banyak sepeda eh, rejeki….

 

 

Catatan:

Kalau nyari istri yang pertama mah asal-asalan aja pasti dapet, karena dipastikan semua masih mau. Ganteng ada, duit ada (kalau pas ada), kerjane mapan…, rumah ada, sregep ngaji, ora udud, mangane gampang, anak mama sekaligus papa, kurang apa hayoo.

Begitu nyari yang kedua mesti pilih-pilih, soale belum tentu ada yang mau…hahaha…!!!

2 thoughts on “Antara memilih Sepeda Gunung Dan Memilih Istri

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s