Bertahan Hidup

Dalam arah pulang nggowes pagi ini aku lewat jalan sisi barat pasar Bejen. Jam di Sony menunjuk 05.35… masih esuk juga.

Subhanallah, ternyata suasana pagi pasar Bejen ramai tenan. Bakul-bakul pada gelar dagangan sampai melebar ke jalanan. Hampir memakan separoh badan jalan, Bro… Memang di sisi timur jalan ini berjajar angkutan memanjang sampai selatan hampir pertigaan gang yang ngarah ke Temuireng.

Mau njepret bakul yang di tengah jalan kok malah gak enak hati. Yo wis lewat saja. Akhirnya kejepret yang lain saja.pasar bejen

Dari sudut kepentingan pengguna jalan, baik itu mobil, motor ataupun yang nggowes tentu ini menjadi hal yang negatif, mengganggu para pengguna jalan. Perlu pembenahan.

Tapi kalau berpikir bahwa disaat beban hidup rakyat negeri ini semakin berat dan “kebijakan” pemerintah ternyata tidak bisa memakmurkan rakyatnya, lalu kemudian rakyat tidak lagi bisa berharap kepada keberpihakan pemerintah lalu mereka pun akhirnya berusaha “mandiri”…. bukankah berjualan di jalan ini merupakan suatu langkah bertahan hidup yang paling realistis yang bisa mereka lakukan?

Kadang, masa sulit memaksa tindakan nekat.

4 thoughts on “Bertahan Hidup

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s