Gowes Itu Perjuangan

Hehe… catatan kecil thok.

Siang ini langit Karanganyar masih mendung, padahal sejak kemarin sore sudah hujan dan berlanjut sampai pagi ini tadi.

Tapi melihat sisi baiknya saja. Goweeeessshh….

Sejak Heist 2 ditangan, aku jadi sering nggowes kalau cuman ada perlu di seputaran Karanganyar. Entah itu ke Bejen, Papahan, atau beli sekrup ke toko bangunan di Ngaliyan. Wis gak kena parkir, dapat bonus keringat pula.

Sebenarnya aku mulai latihan dengan mengitari alun-alun Karanganyar seingatku seminggu tiga kali. Gak ajeg sih… menyesuaikan situasi dan kondisi ajah. Tapi gak tahu nih, po karena faktur U ya… jumlah putaran gak nambah-nambah…. baru tiga kali putaran sudah ngos-ngosan…. Ternyata gowes itu butuh perjuangan.

Membayangkan mereka yang sudah mampu menempuh jarak Solo-Karangpandan bahkan Tawangmangu. Allahu Akbar… mantaps tenan.

Tapi ya sudahlah, gak usah masang target muluk-muluk. Minimal gobyos dan deg-degannya terlatih…. sing penting wis usaha olahraga. Suatu saat mudah-mudahan bisa ada peningkatan kualitas nih… insya Allah.

Kembali ke suasana siang ini. Mumpung mendung, aku nggenjot ke area persawahan, sekalian niliki sawah. Sampai pertigaan bekas gudang Unilever, aku ambil kiri. Rodo gerimis, ambil foto dulu.

DSC_0166.JPG

agak gerimis

Rencana berubah, aku balik kanan. Roda kuputar ke arah selatan naik tanggul Waduk Lalung. Keliling waduk satu putaran terus turun lagi lewat sisi timur, sampai jalan besar timur waduk, ngarah ke utara. SPBU lewat, sampai Buk Pitikan (sebutan orang tua-tua untuk area sekitaran pintu air sebelah utara SPBU Ngaliyan, anak sekarang mungkin sudah gak tahu sebutan itu) ambil kiri, masuk area sawah lagi. Sampai pertigaan bekas gudang ambil kiri dan mutar lagi sampai SPBU. Ulangi lagi seperti pada adegan pertama tapi tanpa naik tanggul waduk, hanya menyisir jalan sisi luarnya saja dan langsung ngarah ke timur.

Kemudian ambil kiri lagi terus ke utara yang jurusan ke Taman Pancasila. Saat meninggalkan bangjo Ngaliyan, aku sempat ngikuti Mio yang dikendarai boncengan. Dua gadis jilbaber berseragam sekolah.

Ayo Kang…semangaaaat… mereka malah menyoraki aku. Jadi tambah semangat yo…

Di perempatan SMK mereka ambil kiri dan aku masih lurus. Sampai di area Taman Pancasila aku ambil arah ke barat. Terus masuk kampung sisi kiri jalan kemudian pulang.

Dari saat berangkat sampai balik ke rumah lagi sudah satu jam lebih.

Sampai rumah badan gobyos dan untuk kesekian kali, kaki jadi lempoh… meliuk-liuk dipakai jalan.

Leee…. ayah dipijeti yooo….!!!

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s