Memblokir Data Motor Yang Sudah Terjual

Menyambung tulisan sebelum ini, pagi tadi aku ke Samsat. Datang jam 8 pagi sudah ramai. Naik suzuki Address ditemani bro Ari, sahabatku. Dia parkirin si Address dan aku langsung mencari meja informasi. Ternyata kosong gak ada petugas jaga.

2Terus terang seumur-umur ini kali kedua aku ke Samsat, hehe….

Yang pertama ngambil plat nomer si Livina, itu juga di bagian belakang kantor sesuai petunjuk juru parkir, jadi gak perlu masuk ke kantor.

Celingak celinguk nyari tulisan blokir motor gak nemu. Eh, ketemu tetangga sekelurahan. Dia kasih info di sudut barat kantor, bagian pajak progresif.

Langsung saja. Aku diterima satpam jaga disitu, Mas Danang.

Menurut Mas Danang, motor dibawah 200cc gak usah diblokir. Kasih aja KTP buat dipinjem. Iya sih sebenarnya maksudku juga begitu. Tapi ketika aku sampaikan alasan, dia mengerti juga. Dia meminta SKPD. Nah, katanya ada bagian yang ilang dari surat itu. Mestinya dibagian bawah ada isian pernyataan bahwa kendaraan sudah dijual atau lainnya. Kok gak ada ya? Sudah disobek, tapi oleh siapa?

Akhirnya dia siapkan berkasnya.

Aku isi jadi begini,

3Terus mesti dibikin copy 1 lembar buat diriku.

Selesai terus pulang. Ternyata gak pakai lama.

Sebelum pulang ya sarapan dulu di warung mie ayam seberang jalan.

NB.

Saya minta maaf kepada Mas dan Mbak yang sudah beli motor itu. Kepaksa balik nama ya… Ma’aaaf banget.

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s