Wong Urip Iku Mung Mampir Ngombe

mampir ngombe

hidup itu hanya mampir ngombe

Orang hidup itu ibarat istirahat sejenak untuk minum, itu menurut pemikiran dan ajaran wong Jowo. Dalam Islam, ada nasihat dari Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam begini,

كُنْ فِى الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ ، أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Jadilah (posisikan) dirimu di dunia ini sebagaimana orang asing, atau sebagai orang yang lewat di sebuah jalan.

Sesuai…

Lahir ke dunia, lalu menjalani kehidupan dunia, kemudian mati dan kekal menjalani hidup di akhirat.

Menurut ujar-ujar orang Jawa, manusia itu lahir berbekal empat sifat dasar yang mewarnai kehidupannya, yakni aluamah, sefiah, amarah dan mutmainah, bisa dibilang nafsu angkara, amarah, keinginan dan perbuatan suci. Nafsu-nafsu tersebut timbulnya dirangsang oleh anasir-anasir yang ada di dunia ini dan masuk melalui paningal (mata), pengucap (mulut), pangrungu (telinga) dan pangganda (hidung) lalu dikuatkan oleh rasa (hati).

Tinggal kita jalani hidup ini dengan melepas nafsu hingga liar atau mengekang nafsu agar tunduk kepada aturan Allah Sang Pencipta.

Termasuk dalam hal ini adalah bagaimana kita menjalani hidup berkaitan dengan ma’isyah… perikehidupan, atau orang kata pekerjaan yang profit oriented. Kita mau pilih dan jalani pekerjaan menurut nafsu angkara atau yang tunduk kepada syari’at. Semua bisa mendatangkan profit di dunia, tapi tidak semua bisa menyelamatkan diri kita di akhirat.

Urip mung mampir ngombe…

(mampir ngombe di sebuah gubuk tahu kupat)

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s