Bale Branti, Gak Cocok Buat Keluarga Santai

Kemarin, aku ngadain meeting dengan para kepala marketing parfumku. Aku ngundang 3 orang tapi yang datang cuman 2. Yang satunya momong anak. Yo wis…

jangan ditiru

jangan ditiru

Aku bawa si putih Swift, sekalian nyoba perfomanya kalau dipakai nanjak di area kebun teh Kemuning. Aku nyopir gaya lebay, lungguh jegang kaki kiri nangkring di jok. Ternyata, buatku nyaman juga. Buat tanjakan di daerah Karangpandan, gigi masih di posisi D. Naik dikit di daerah tugu cangkir aku oper ke posisi 2. Begitulah, posisi gigi antara D dan 2. Gak perlu posisi L buat tanjakan atau turunan curam. Padahal di dekat Ndoro Dongker kan agak panjang tanjakannya, tapi tetap pakai gigi 2 sudah cukup.

Swift matic ini tetap khas Suzuki, anteng. Suspensi dan joknya meluk penumpang dengan lembut. Oke wis. Material body juga lebih tebal daripada Grand Livina. Jadi ingat Baleno Next G, 11-12 lah… Tapi beda sama Suzuki Ertiga. Yang ini aku kurang sreg.

Kalau soal model, aku memang kesengsem… agak retro. Mini Cooper KW… Konsumsi BBM di rerata 9 km untuk 1 liter premium. Belum nyoba pertamax. Untuk hal lain, aku gak begitu merhatiin… lha wong cuman iso nganggo thok. Gak mudheng urusan teknis.

Maunya ke Resto Kemuning langganan, tapi gak bisa ngelayanin buat buka puasa. Jam 5 mesti tutup, kata pak bossnya. Ya udah akhirnya mutar balik turun ke Bale Branti sekalian nyoba.

2Masuk area parkir, lumayan luas. Langsung ke mushola buat sholat Ashr dulu. Sayang, keran wudlu kurang memadai. Cuman ada 3 pun yang satu biji macet. Dan airnya gak lancar pula, padahal air di daerah ini gak perlu pompa. Sudah ngalir dari sumbernya di gunung bagian atas. Aneh…

Jpeg

klik aja

Nyari buat lesehan, kata mbaknya gak ada. Nah, bagian ini yang buatku gak cocok. Kalau aku ngajak sak omah bakalan gak seru. Gak bisa lesehan, Bro…

Akhirnya milih tenda model cafe di dekat pematang sawah yang agak tinggi. Pilih menu, tapi minta disiapin waktu berbuka. Oke.

Meeting dimulai. Sampai menjelang maghrib, meeting diakhiri.

Nongko Tinandur, sesuaikah namanya...?

Nongko Tinandur

Eh, ternyata semakin surup (menjelang gelap) semakin banyak yang datang. Pasangan muda-mudi. Pada mojok di tenda pojok pojok diterangi cahaya lilin. Poin ini semakin menguatkan kesan “gak cocok” buat keluargaku.

Nah, pesanan datang.

Ada Asem-Asem Kikil, Sego Goreng Jogo Tirto, Mie Goreng Yu Prenjak, Ayam Tim Goreng Yu Derep tanpa nasi. Minumnya English Breakfast Tea, Cammomile Tea, Ginger n Honey Tea ditemani camilan Nongko Tinandur. Yang gak puasa Syawwal ya bisa langsung nyeruput tehnya dan nyuwil Nongko Tinandur.

Jpeg

Jawa, tapi gak njawani…

Nah, dari nama makanan dan minuman ada kesan kontradiktif ya… ada yang pakai nama Jowo, tapi juga pakai nama Londo…

Dengan harga yang menurutku relatif mahal, aku gak nemu sensasi rasa yang eksotis sebagaimana nama menunya.

3 thoughts on “Bale Branti, Gak Cocok Buat Keluarga Santai

  1. hahahha salah masuk dong….

    PasangNomor.com hadir kembali untuk melayani anda togel mania indonesia untuk pemasangan Togel Singapore, Tokyo, Russia Hongkong dan Jeju…

    Kemudahan dan Keamanan Bermain menjadi layanan unggulan kami bagi anda member tercinta kami…

    Segera Kunjungi CS kami untuk membuka id anda sekarang juga…

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s