Gambar Porno

Lanjutan dari sini

Rute terminal Cicaheum arah Cirebon aku lewati pagi itu dengan armada bus Sahabat.

Benar kata Dida, bus ini juga AC seat 2-2. Meski masih mau ambil penumpang di tengah perjalanan karena ada seat kosong dari terminal, tapi bagiku masih nyaman.

Tak banyak cerita, karena aku banyak tertidur di hampir sepanjang perjalanan. Balas dendam semalam. Terbangun karena rem mendadak atau nambah penumpang. Bahkan masuk terminal Cirebon pun aku tak tahu. Kondektur yang membangunkanku ketika bus ambil tempat buat ngetem di terminal. Barang bawaanku yang cuma tas punggung aman.

Turun dari bus, aku dapati terminal Cirebon ini padat betul. Ramai orang wira-wiri. Gak tahu, calon penumpang atau awak bus atau calo atau preman.

Aku cari loket bus arah Semarang. Aku fokus ke itu saja. Hingga ketika sekelabatan mata aku lihat ada bus masuk terminal dan di kaca depan ada tulisan trayek Bandung-Semarang lewat Cirebon, aku gak ngeh…

Dapat tiket bus Coyo arah Semarang. AC seat 2-2 lagi. Lumayan. Tapi gak tahu, ini hanya pas aku atau yang lain. Dari jam yang ada di tiket dengan riil waktu keberangkatan, selisih jauh. 1 jam lebih yang aku ingat. Aku sempat tertidur di kursi tunggu. Tapi alhamdulillah, aman. Aku sempat sholat di mushola terminal, jama’ sekalian qashar Dhuhur Ashr, lalu makan.

Perjalanan berlanjut ke Semarang.

Gak tahu juga aku, tapi bus ini meskipun AC seat 2-2 rasanya seperti ekonomi. Aku ingat, di sembarang tempat dia berhenti untuk naik turun penumpang. Banyak yang berdiri karena jok penuh, ada yang bawa ayam segala, ada yang muntah juga. Bau keringat penumpang, aroma muntahan, bau ayam, dan sembarang aroma bisa ditemui di perjalanan Cirebon Semarang ini. Aku gak bisa tidur. Aroma khas bus AC gak ada wis…

Masuk terminal Semarang sudah lewat maghrib.

Turun dari bus rasanya lega luar biasa. Aku lepaskan penat dengan duduk di salah satu pojok terminal. Agak lengang di situ. Ada remaja penjual koran datang menghampiri.

Koran sore Mas…

Majalah juga ada.

Tabloid juga ada.

Aku perhatikan sebentar, lalu aku tanya,

Yang lain ada gak?

Remaja itu sejenak diam dan memperhatikanku dengan pandangan yang aku sendiri merasa aneh.

Tapi sekejap kemudian dia keluarkan dari balik tumpukan majalah yang dia pegang.

Yang ini , Mas…?

Astaghfirullah…

Kertas seukuran postcard, dengan gambar perempuan mengumbar aurat. Dia taruh di depan mataku, dia jejer begitu saja.

Aku terperangah saat itu. Kaget asli tidak dibuat-buat.

Sret…!!

Aku raih semua lembaran postcard dan aku tumpuk dalam genggaman.

Hanya ini…? kataku sambil agak melotot ke arahnya.

Dia kaget, matanya melotot ke arahku. Tapi sorot matanya itu….

Spontan, dia raih semua koran dan majalah, lalu ambil langkah seribu. Menghilang di kegelapan sudut terminal.

Aku masih celingak celinguk beberapa saat. Ada keinginan mengejar, tapi kakiku tertahan. Tumpukan gambar porno itu masih di genggaman.

Aku cari tempat sampah, tapi kalau aku buang di situ, dia akan datang dan mengambilnya lagi. Aku yakin dia masih mencari kesempatan untuk itu. Aku yakin dia masih sembunyi dan memperhatikan aku dari kegelapan.

Aku mau bakar, gak ada korek api. Lagipun akan mengundang tanya dari orang-orang. Aku mesti jawab apa…

Akhirnya aku masukkan ke tas punggungku. Dan aku masih bingung mesti gimana.

Aku cari bus arah Solo. Dapat. Bayar di atas bus. Sambil nyari tempat duduk yang masih kosong, aku mikir juga, kenapa anak tadi lari dariku? Apa dikiranya aku ini aparat? Intel? Atau apa? Terus, gambar ini aku mesti gimana? Mau ngeluarin dari tas pun aku takut orang salah sangka. Aku tahan di tas gak nyaman juga. Sepanjang perjalanan Semarang Solo aku jadi serba salah wis…

Sampai di terminal Tirtonadi Solo, sudah lewat jam 11 malam. Aku ingat itu, karena baru saja dapat ide.

Turun dari bus, aku langsung menuju toilet dan tas tetap nempel di punggung. Selesai buang air, gambar porno aku ambil dari tas, aku sobek-sobek sampai kecil-keciiiillll. Keluar dari toilet, aku buang ke tempat sampah. Legaaa….. alhamdulillah…

Kebayang, kalau aku mati dalam perjalanan Semarang Solo, terus ditemukan di tasku gambar porno, lantas orangtuaku, saudaraku, sahabatku, teman-temanku, dan semua orang yang kenal aku…… apa yang akan mereka pikirkan tentang diriku?

Aku lalu sholat Maghrib Isya jama’ qashar di masjid terminal. Nikmat sekali rasanya. Bener… ni’mat tenan.

Dan karena sudah malam, perjalanan menuju rumahku di Karanganyar aku tempuh dengan taksi. Sampai kampung sudah lewat tengah malam. Aku tidur dulu di masjid dekat rumah. Besok pagi saja aku ketok-ketok pintu rumah. Gak baik tengah malam ketok pintu rumah.

Alhamdulillah, perjalanan pulang kampung ini kutempuh dalam waktu kira-kira 3×12 jam dengan biaya gak kepaut jauh dengan rute langsung Jakarta-Solo. Tapi aku lupa berapanya. Sudah lama jadi gak ingat semuanya.

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s