Parkir

Juru Parkir
Juru parkir yang disebut juga sebagai Jukir adalah orang yang membantu mengatur kendaraan yang keluar masuk ke tempat parkir. Jukir juga berfungsi untuk mengumpulkan biaya parkir dan memberikan karcis kepada pengguna parkir pada saat akan keluar dari ruang parkir. Tarif parkir pada lokasi yang demikian biasanya tarif fixed, tidak tergantung waktu karena karcis tidak dilengkapi dengan waktu kedatangan dan waktu kendaraan meninggalkan ruang parkir. Kecuali di beberapa titik parkir ada yang tarifnya per jam… makin lama makin mahal dan membesar.

Perlengkapan utama seorang juru parkir adalah:
– Peluit,
– Pakaian seragam,
– Karcis,
– Rambu kecil stop yang dipasang pada suatu tongkat, atau tongkat dengan lampu berwarna merah bila bertugas pada malam hari,
– Rompi yang memantulkan sinar (scothlite) yang penting bila bertugas pada saat hari gelap/malam hari.

Pengumpulan pendapatan dilakukan dengan dua cara yang umum digunakan yaitu:
– Berdasarkan persentase karcis yang terpakai, masalah yang selalu ditemukan adalah juru parkir tidak memberikan karcis, pura-pura lupa memberikan karcis sehingga pendapatan tidak masuk ke kas daerah.
– Borongan untuk satu kawasan

Pengawasan merupakan hal yang penting dalam pengumpulan pendapatan dari juru parkir, untuk mendapatkan kisaran target yang hendak dicapai perlu dihitung dari data perputaran parkir dalam satu hari, sehingga perkiraan pendapatan dalam satu hari adalah jumlah ruang parkir dikali perputaran parkir dikali tarif parkir.

Tidak seluruh tempat parkirnya dikendalikan secara resmi sehingga sering muncul juru parkir liar yang mengumpulkan seluruh pendapatannya ke dalam kantong sendiri. Untuk tempat parkir yang luas kadang-kadang pengaturan parkir dilakukan oleh beberapa orang yang dikelola oleh seorang jagoan daerah yang bersangkutan. Tidak jarang terjadi perselisihan antar juru parkir memperebutkan kawasan atau daerah yang dikuasai.

Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara.

Pajak parkir adalah kontribusi wajib kepada daerah atas penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan, baik yang di sediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor.

Kendaraan adalah sesuatu alat yang dapat bergerak di jalan baik kendaraan bermotor dan tidak bermotor.

Objek pajak adalah penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor, yang meliputi:
– halaman areal parkir atau gedung parkir;
– tempat penitipan kendaraan;
– garasi kendaraan bermotor yang difungsikan sebagai tempat parkir dengan dipungut biaya.

Dikecualikan dari obyek pajak adalah:
– penyelenggaraan tempat parkir oleh pemerintah dan pemerintah daerah;
– penyelenggaraan tempat parkir oleh perkantoran yang hanya digunakan untuk karyawannya sendiri;
– penyelenggaraan tempat parkir oleh kedutaan, konsulat, dan perwakilan negara asing dengan asas timbal balik.

Area larangan parkir
Tempat-tempat di mana parkir dilarang, yang menjadi objek petugas penegak hukum untuk menerbitkan tilang, karena alasan keselamatan adalah:
– Sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah tempat penyeberangan pejalan kaki/zebra cross atau tempat penyeberangan sepeda yang telah ditentukan.
– Sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah tikungan tajam dengan radius kurang dari 500 m.
– Sepanjang 50 meter sebelum dan sesudah jembatan.
– Sepanjang 100 meter sebelum dan sesudah perlintasan sebidang. Perlintasan sebidang adalah perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan. Isu yang menonjol pada perlintasan sebidang adalah tingginya angka kecelakaan lalu-lintas antara kendaraan dengan kereta api, terutama pada perlintasan yang tidak dijaga.
– Sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah persimpangan. Persimpangan adalah simpul dalam jaringan transportasi dimana dua atau lebih ruas jalan bertemu , di sini arus lalu lintas mengalami konflik. Untuk mengendalkan konflik ini ditetapkan aturan lalu lintas untuk menetapkan siapa yang mempunyai hak terlebih dahulu untuk menggunakan pesimpangan.
– Sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah akses bangunan gedung.
– Sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah keran pemadam kebakaran/hidran atau sumber air sejenis.

Trik parkir gratis:
– Halaman kantor pemerintah.
– Halaman kantor bank.
– Area SPBU.
– Halaman masjid (masjid Agung Karanganyar bayar tapi)

Kenapa tukang parkir munculnya sering tiba-tiba?
– Sekilas tukang parkir emang mirip polisi jagoan yang datengnya selalu belakangan. Ketika kita datang dia gak ada, ketika kita mau pergi dia baru menghampiri. Kenapa sih?

Kenapa kalau gak ada kembalian, tukang parkir selalu anggap remeh?
– Biaya parkir 2 ribu, dikasih 5 ribu ehh…. pas.

Tambah mangkel kalau ngatur parkirnya koyo ngene iki

parkiran

8 thoughts on “Parkir

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s