Sandal Jepit dan Helm

Beberapa hari lalu aku nyoba test rise salah satu matic di sebuah dealer motor di Karanganyar.

Saat nyemplak sang matic, aku diguyonin sama mbak salesnya.

Pak, cakep deh….

Pakai sepatu tambah cakep mesti….

Lhadalah….

Iya ya…

Aku baru ngeh kalau sudah lama gak sepatuan. Seingatku sejak aku pulang dari Jakarta tahun 97 lalu. Saat itu aku memang lepas sepatu. Hidup di kampung, bukan pegawai, gak punya acara resmi, dan lain semacamnya. Pure kampung style…. sandal jepit swallow warna ijo, wis…. Sering hilang kalau pas ke masjid, hehe…. Tapi selalu saja toko kelontong di dekat rumah menyediakannya untukku….

Kadang aja pake yang merk Eiger, tapi ya tetep aja sandal jepit.

Konon, sebagai biker gak aman pake sandal jepit. Dari segi safety riding mestinya iya. Tapi gimana ya…. selama ini alhamdulillah aku aman aman aja riding with sandal jepit. Bahkan Solo-Pekalongan-Magelang tetep sandal jepit. Kaki jadi belang dong…. pasti. Kadang jalan bertelanjang kaki pun terlihat ada pola tali sandal warna putih melintang di kakiku yang lebih terlihat lebih hitam.

Rasanya feeling si kaki bisa bebas merasakan deru angin yang menerpa. Pori-pori serasa menyatu dengan angin. Bahkan saat naik motor ke sawah. Sudah nyeker, gak pakai helm, cuma kaos singlet, manggul cangkul….. mantaps!!! Peringatan bagi yang gampang masuk angin, sangat tidak disarankan bersandal jepit dan berkaos oblong saat berkendara motor.

sandal jepitKonon lagi ada imbauan dari polisi untuk pakai sepatu kala berkendara. Bakalan ada tilang gak ya…? menurut UU nomer 22 tahun 2009 pasal sekian, denda maksimal 700ribu atau kurungan minimal semalam suntuk… karena terbukti pakai sandal jepit saat berkendara… weleh. Tentunya hal ini dilakukan untuk menghindarkan diri dari luka parah akibat kecelakaan lalu lintas. Meskipun sandal jepit sudah SNI, masihkah dilarang…?

Jadi ingat waktu masih alay zaman SMA (dulu belum ada SMU), aku ogah pakai helm. Pernah distop sama polisi di jalan. Ojo ditiru wis….

Piye kowe ki… numpak pit montor ra nganggo helm, nek ndlosor gundulmu ambrol piye…? (kasar yo pak pulisine…)

Jawabku, aku gak nganggo helm ben ati-ati ojo nganti ndlosor kok pak…! (ngawur yo jawabane…)

Terbukti…. aku gak pernah ndlosor ketika gak pakai helm. Tapi dua kali aku ketabrak biker yang pakai helm dan aku pun pakai helm. Lantas helm kami pun beradu… brak… helm tak pecah, tapi kepala pun tetap serasa mau pecah.

Peace….

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s