Yamaha NMAX 150, Masih Saja Galau

Kemarin nyoba test ride singkat di salah satu dealer Yamaha di Karanganyar.

Nyoba buat boncengan sama istri. Berat penumpang berdua sekitar 120kg. Jarak tempuh kurang lebih sekiloan. Kondisi jalan berlubang di beberapa titik dan ada polisi tidur.

Secara subyektif nemu begini;

lokasi dealer hanya ilustrasi

lokasi dealer hanya ilustrasi

Secara material, sepertinya tipis ya? Rapuh gak ya? Dan kelihatan sekilas, kayaknya mudah kotor oleh debu. Pengalaman ZIP materialnya kenyal. Pernah aku copot cover mesin depan dan atas. Ditekuk sampai kelipet gak pecah atau sobek.

Starternya belum kayak produk Honda yang ACG ya. Ya iya lah, kan ACG adalah teknologi Honda. Sudah diklaim dan dipatenkan. Tapi okelah soal nama, tapi yang penting kan hasilnya. Kasih nama beda, prinsip kerja juga boleh beda, asal hasilnya sama atau lebih bagus. Tapi gak papa lah, toh juga gak sampai mbletak duorrr gitu. Tapi masih ingat, ketika nyoba ACGnya Honda, kerasa betul kalau beban aki jadi lebih berat. Bener gak sih…?

Dalam keadaan stasioner, getar stang dan badan motor kok terkesan berasa ya…

Bobot motor masuk akal, ringan malah untuk ukuran bongsor begitu. Istriku gak komplain soal bobot motor.

Posisi duduk juga nyaman. Istriku cocok dengan ketinggian joknya, gak jinjit. Masih jauh lebih rendah ini ketimbang Piaggio ZIP. Boncenger juga nyaman. Jembar dan lega, kata istriku.

Tarikan oke. Gak tahu kalau di jalan beneran dan kecepatan rata-rata 80an. Soalnya aku biasa berkendara dengan kecepatan itu, baik motor maupun mobil. Kalau pas jalanan oke sih biasanya lebih kenceng malah. Tapi jarang ding.

Sayang gak ada pass beam.

Shock belakang keras ya. Banget malah. Apa karena baru? Atau memang karakteranya begitu… waktu lewat polisi tidur, morak marik wis…. secara Yamaha, jadi ingat MX dan Byson yang empuk.

Ground clearance cukup mampu mengantisipasi kondisi jalan. Aman dari polisi tidur.

Lampu ABS tetap nyala meski mesin sudah nyala. Ketika jalan, baru beberapa detik kemudian mati. Mas teknisinya bilang memang begitu. ABS kan kontrol rem, jadi kalau pas berhenti gak butuh rem. Jadi sensornya belum aktif. Hehe… bener gak sih kata teknisi itu. Kerasa gimana gitu…

Pengalaman di mobil, kalau lampu ABS gak mati-mati berarti kan ada masalah. Ini dalam keadaan stasioner, mobil belum jalan. Jadi kalau ada masalah, bisa dicek dan diperbaiki dulu. Baru jalan. Aman.

Lah, kalau NMAX lampunya nyala terus waktu stasioner. Terus jalan baru ketahuan ABS ada masalah kan udah telat.

Oiya, buat pengeremen, saat panic break, rasanya kurang akurat ya, kurang nggigit juga. Istilahnya apa ya?

Premium look dapet. Merangsang nafsu begal gak ya?

Gitu ajah, namanya juga sekedar nyoba sebentar. Tanpa data. Semua cuma feeling…

Agan sekalian ada masukan? Ane masih tetap galau…. wait n see produk selanjutnya kah?

Weladhalah…. gak ada gading yang gak retak, Bro…..

Jadi….?

Gak usah ndongak buat yang mahal.

Atau nunduk nunduk nyari yang murah.

Tapi coba nyari yang sesuai dengan kebutuhan, dan yang paling klik dengan pengendara, baik secara fisik dan mental…

Ada kesesuaian antara tingkat pemenuhan kebutuhan dan tingkat kepuasan yang didapat dari nominal harga yang harus dibayarkan.

6 thoughts on “Yamaha NMAX 150, Masih Saja Galau

  1. mantap… saya suka kalimat kalimat penutupnya…

    rem kurang pakem? justru buat saya pakem, hanya pertanyaan yg smp skrg masih ada di kepala, rem depan unit tes ABS-nya malfunction kah? karena gak bekerja sebagaimana mestinya… No ndut2an no vibration dimana khas ABS. Kalau belakang gak masalah.

    setang getar di unit tes saya minim alias wajar seperti skutik kebanyakan

    • maksud saya gak pakem mungkin salah arah Mas, tapi jadi terarah dengan komentar Mas Kobay itu… efek ABS nya gak kerasa di depan….
      selama ini pakai produk Yamaha, mulai Jupiter thok, MX, Byson, remnya pakem….
      harap maklum bahasane wong awam soal otomotif, gur wani numpak thok, terus maidu…..

      • ya mungkin tepatnya kek gitu, unit tes saya pakem tapi ya nge-lock alias ngunci alias ABS nya gak jalan. Itu kenapa di artikel saya sempet bilang jangan2 utk depan sensornya diset lebih tinggi. Tapi di artikel TMC sudah bekerja di kec 10 km/jam pun. Jadi bingung, apakah artinya unit tes yang saya pake itu…..

        soal indikator ABS, wah sampeyan lebih teliti dari saya mas, harusnya indikatornya memang mati setelah kunci On beberapa saat ya, jangan sudah berjalan ya, kalau tipikal rider yang langsung tancap gas dari diem gimana? hehe

        • nah itu dia Mas….
          kebetulan saya orang yang pernah punya pengalaman dramatis dengan ABS dan EBDnya Baleno next-G. alhamdulillah selamat dari benturan keras dengan bus di depan yang brenti mendadak karena seorang lady biker nyelonong. dari kecepatan diatas 100km/j, panic break sambil banting stir…mantaps

      • Apa karena ABSnya pakai ala motro Viar ya? bukan pakai yang pulse tapi cuma membatasi tekanan oli saja.

        Jadi antara batch bisa beda, ada yang kekencengan ada yang kurang nggigit.

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s