Yang Tertib Yang Terabaikan

Daripada bawa-bawa uang kemana-mana, mending mampir dulu ke bank. Begitulah, siang ini tadi, sekira jam setengah tiga sore, aku lewat daerah Klumprit, Sukoharjo. Ada BRI cabang pembantu. Aku mampir saja. Masuk, isi struk setor, eh Pak Satpam membantu menyiapkan nomer antrian. Dapat A105. Ada 1 orang yang duduk ngantri selain aku. Isi struk selesai, aku lantas duduk di kursi antrian.

Bapak, HPnya ketinggalan di meja form…. pak Satpam mengingatkanku berbarengan dengan mbak CS yang posisinya berhadapan.

JpegO iya Pak, terima kasih.

Bukan apa-apa. Seingatku, waktu di BNI Karanganyar, kunci kontak pernah ketinggalan di kursi antrian. Pak Satpam mau longgar hati mengambilkan dan menyerahkan padaku saat aku sedang transaksi dengan mbak teller. Salut buat BNI.

Setelah ambil HP, aku kembali duduk. 1 orang tadi sudah transaksi. Ada bapak-bapak datang langsung ke teller dan meninggalkan secarik kertas. Sebentar kemudian namanya dipanggil dan dia segera meninggalkan bank. Perasaan, aku dilewati ya… tak apalah, ambil pensiunan mungkin.

Ada lagi mbak-mbak yang datang sambil ngobrol begitu saja dengan mbak CS sambil jalan menuju teller dan naruh buku tabungan warna orange, sebentar kemudian dia selesai dan keluar. Lah… aku dilewati lagi.

Lalu, ada mas-mas yang baru saja duduk di belakangku berdiri tanpa dipanggil nomernya lalu dia ke teller, pas saat itu mbak teller melihatku dan bertanya sambil duduk,

Bapak nomer berapa?

Aku jawab, A105.

Oow… bapak duluan. Masnya sesudah bapak ya…

Aku lantas berdiri dan menuju mbak teller yang di name tag meja ada nama Asy**a.

Lha iya mbak, dari tadi saya heran dan menunggu-nunggu…. kok gak dipanggil-panggil… padahal saya sudah tertib dan menuruti aturan kantor sini.

Mbak teller hanya tersenyum dan tidak berkomentar.

Piye jal….

Sebenarnya sikap mengalah untuk mendahulukan orang lain adalah sikap yang baik, dalam perkara-perkara tertentu. Tetapi kalau sudah dibuat aturan dan dibuat untuk kelancaran umum, mbok iyao… dijaga dan dijalani…

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s