Livina Ketabrak Jupiter, Traktir Sisan….

Assalamu’alaikum…

Lama gak nulis.

Tanggal 6 lalu si Livina dihantam biker…

Begini,

Selesai acara rutin istriku, kami mau belanja di SGM Slamet Riyadi. Aku ngajak seorang teman buat rame-rame.

Livina aku parkir di sisi utara jalan, dan memang di situ jadi lahan parkir resmi. Kami keluar mobil dan bersiap mau nyeberang jalan. Terlihat sebuah sedan mau ikut parkir berjeda 1 mobil di sebelah kiri si Livina. Sedan sudah beri lampu isyarat dan tukang parkir sudah memberi aba-aba. Tapi terlihat di belakang sedan ada Jupiter Z burhan ambil jalur kiri sedan. Melaju agak kencang, dan nyelonong melewati tukang parkir. Sekejap kemudian ban depan motor nyodok pelek kiri depan sedan yang sedang nyerong kiri. Brak… sedan berhenti seketika. Motor dan si biker terpelanting mental ke kiri. Sraaakk… meluncur nyerong kiri depan dan brakkk…. nyodok bumper kiri belakang si Livina.

Wis…

Motor nyungsep ke kolong Livina, si biker pun terkapar sebentar lalu sadar situasi dan seketika bangun dan menarik motor dari kolong. Lalu orang berkerumun, menonton. Ya, menonton dan jadi komentator. Khas Indonesia.

Sambil membantu si biker meminggirkan motor, aku ambil dulu kunci kontak. Si Jupiter Z diparkirin di jalur lambat. Temanku sebut saja si Taufik aku minta nempel si biker. Aku sendiri mengamati kondisi Livina.

Bumper belakang doweh… copot dari dudukan. Aku raba bagian bawah sobek sekira 15 cm tapi tak nampak oleh mata.

Sedan lantas parkir dan si pengendara ngamati mobilnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Cuman gores dikit di pelek dan dia jadi teman bagi goresan-goresan lain. Tak kentara. Dia malah minta maaf ke kami. Mungkin karena lantaran mobilnya lah, mobilku jadi begitu. Dia lantas melanjutkan acara belanjanya bersama istri.

Aku lantas telpon temanku yang lain, si Luthfi. Tak lama dia datang dengan si Fida bawa si Biru Panther kesayangan. Aku minta dia menganalisis tingkat kerusakan dan kemungkinan biaya. Si Taufik masih terlihat nempel si biker dan terlihat ada pembicaraan.

Lalu, aku minta di Luthfi berembug dengan si biker. Orang-orang sudah mulai beranjak pergi.

Beberapa saat kemudian, ada info:

Si biker minta maaf. Dia siap membantu perbaikan sesuai kemampuan finansial saat itu. Dia berkendara sendirian dari Rembang mau ke Magetan. Dia harus segera melanjutkan perjalanan karena saat itu sayup-sayup berkumandang adzan maghrib. Dia khawatir kemalaman.

Via si Luthfi, aku nego begini:

Maaf diterima. Untuk biaya, dibicarakan nanti belakangan. Yang penting konsekuensi dari kelalaian berkendara harus dipenuhi. Aku minta dia ikut repot dalam proses perbaikan apapun nanti bentuk kerepotannya. Nego ini harga mati dan tidak untuk ditawar lagi. Titik.

Akhirnya dia terpaksa manut.

Si Luthfi telpon adiknya yang ngurusi bengkel keluarga di daerah Pabelan. Ternyata si Adik sedang ada urusan di daerah Kustati, Pasar Kliwon. Tapi kunci bengkel bisa diambil di sana.

Akhirnya, dengan pertimbangan waktu, Jupiter dengan segala kondisinya dipinjam untuk ambil kunci bengkel. Ringkas cerita, kami lalu berangkat ke bengkel. Panther dibawa si Fida, Livina dikemudikan si Luthfi, aku dan istri serta si Hilmi jadi penumpang. Si Taufik nemani si biker naik motor.

Di seberang bengkel ada warung makan. Ya sudah, aku ajak semua makan dulu buat persiapan bongkar mobil, termasuk si biker harus ikut makan.

Sambil makan, aku mulai ngomong,

Mas, sampeyan ini salah. Salahnya sejak dari rumah. Perjalanan sejauh itu kenapa juga sendirian. Sampeyan tahu pa gak. Menghadapi sesuatu sendirian tentu akan lebih sulit ketimbang bersama teman. Lha wong Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada seorang musafir agar gak sendirian dalam melakukan perjalanan. Beliau kata, orang yang bepergian sendirian adalah (diiring) setan. Dan orang bepergian berdua adalah (diiring) dua setan. Sedangkan orang yang bepergian bertiga adalah musafir tenan (yang tidak diiringi setan).

Kalau sampeyan ngalami kejadian kayak begini terus gak ada teman trus gimana…

Masih untung sampeyan tidak luka berat. Motor juga peyok dikit. Bukan apa-apa, tapi kalau pas yang agak berat gimana… kalau nemu bahaya bagaimana…. kalau sakit di perjalanan….. kalau mati di jalan…. hayoo….!!!

Andaikan manusia mengetahui apa yang aku ketahui mengenai bahaya sendirian, niscaya tak ada seorang pun yang mau bepergian pada malam hari seorang diri, itu kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ini pelajaran buat sampeyan ya….

Iya Pak… saya minta maaf. Saya jadi gak enak nih…

Tapi, makanan di warung enak kan?

hal kecil jangan diperbesar karena arogansi

hal kecil jangan diperbesar karena arogansi

Selesai makan, kami buka bengkel, keluarin perkakas. Perbaiki kerusakan dan alhamdulillah masih bisa dikembalikan ke posisi semula tanpa harus belanja part mobil. Cukup menutup goresan dengan skotlet dan hal-hal kecil lainnya juga bisa dibereskan. Sekira 1 jam perbaikan selesai.

Nah, Mas. Kalau saya terus terang gak butuh duit sampeyan. Tapi kalau sampeyan mau ikut bantu menanggung biaya, silakan bayar bengkelnya saja langsung. Itu pun kalau mas bengkel mau terima duit sampeyan. Kalau gak ya itu nasib sampeyan. Terimalah…

Dan ternyata, si Luthfi gak mau terima duit ongkos perbaikan.

Ya sudah akhirnya si biker melanjutkan perjalanan sesudah mendapat pelajaran berharga.

Wis… jan, mobile ditabrak malah nraktir sisan…. nasib…nasib….

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s