Lampu Silau

Entah gimana gaya pemiliknya, tapi setiap kendaraan baik motor atau mobil pasti ada lampu standar pabrikan yang dirancang sesuai kebutuhan, baik jenis bohlam maupun arah pencahayaannya. Dan sudah sama maklum, lampu standar haruslah mengarah ke bawah. Cahaya lampu kiri sedikit melebar ke kiri dan mengarah lurus ke depan bawah, sementara lampu kanan melebar, tetapi agak sedikit mengarah ke dalam. Kedua lampu mempunyai batas cahaya yang tidak mengarah ke atas. Hal ini bertujuan agar tidak membuat silau pengendara dari arah berlawanan. Dan jika dirasa kurang, barulah menggunakan high-beam alias lampu jauh yang mengarah jauh ke depan dan arah pencahayannya cenderung ke atas….. Tapi menggunakan ini pun tidak boleh sembarangan. Biasanya lampu jauh ini digunakan untuk melihat kondisi jalan jauh ke depan, ketika penerangan minim atau tidak ada sama sekali, dan segera mengembalikan ke lampu standar bila ada pengguna jalan dari arah berlawanan.

lampu-silau

Sedikit menengok UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada pasal 58 ditetapkan bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas. Jika dihubungkan dengan penggunaan lampu HID yang menyilaukan pengguna kendaraan dari arah berlawanan, bisa kita faham bahwa penggunaannya bisa dikategorikan mengganggu keselamatan berlalu lintas dengan pancaran sinarnya yang menyilaukan.

Pasal 106 juga menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan tentang persyaratan teknis dan laik jalan.

Dalam Pasal 24 PP No. 55 Tahun 2012 disebutkan bahwa:

  1. Lampu utama dekat dan lampu utama jauh selain sepeda motor harus memenuhi persyaratan begini:
    1. Berjumlah 2 buah atau kelipatannya.
    2. Dipasang pada bagian depan kendaraan bermotor.
    3. Dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.500mm dari permukaan jalan dan tidak melebihi 400mm dari sisi bagian terluar kendaraan.
    4. Dapat memancarkan cahaya paling sedikit 40 M ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 M ke arah depan untuk lampu utama jauh.
  2. Sedangkan untuk sepeda motor harus dilengkapi dengan lampu utama dekat dan lampu utama jauh paling banyak dua buah dan dapat memancarkan cahaya paling sedikit 40 M ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 M ke arah depan untuk lampu utama jauh. Dan apabila sepeda motor dilengkapi lebih dari 1 (satu) lampu utama dekat maka lampu utama dekat harus dipasang berdekatan.

Hal ini diperjelas lagi dalam pasal 70 PP 55 2012 yang menerangkan bahwa daya pancar dan arah sinar lampu utama harus lebih dari atau sama dengan 12.000 (dua belas ribu) candela.

Sedangkan arah sinar lampu utama tidak lebih dari 0° 34’ (nol derajat tiga puluh empat menit) ke kanan dan 1° 09’ (satu derajat nol sembilan menit) ke kiri dengan pemasangan lampu dalam posisi yang tidak melebihi toleransi 1,3% dari selisih antara ketinggian arah sinar lampu pada saat tanpa muatan dan pada saat bermuatan.

Pemilik kendaraan menurut pasal 34 PP No. 55 Th 2012 diperkenankan menggunakan lampu kabut dengan ketentuan berjumlah paling banyak 2 (dua) buah dipasang di bagian depan kendaraan.

Pemasangan lampu kabut ini juga harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Dengan cahaya warna putih atau kuning.
  2. Titik tertinggi permukaan penyinaran tidak melebihi titik tertinggi permukaan penyinaran dari lampu utama dekat.
  3. Dipasang pada ketinggian tidak melebihi 800 milimeter.
  4. Tepi terluar permukaan penyinaran lampu kabut tidak melebihi 400 milimeter dari sisi terluar kendaraan.
  5. Tidak menyilaukan pengguna jalan lain.

Jika ketentuan-ketentuan tentang penggunaan lampu utama dekat, dalam hal ini penggunaan lampu HID digunakan tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah ada maka petugas berhak untuk menindak pengguna jalan dengan menggunakan pasal 285 UU No. 22 Th 2009, ayat 1 untuk pengendara sepeda motor, ayat 2 untuk pengendara kendara roda empat atau lebih.

Terlepas dari semua aturan formal yang ada, ada nilai moral dan adab etika yang barangkali masih dimiliki oleh manusia. Bahwa mengganggu orang lain baik itu faktor keamanan dan kenyamanan adalah hal yang tidak bisa diterima oleh nilai kemanusiaan apapun.

Hanya bangsa binatang yang tidak bisa mengindahkan nilai kemanusiaan karena mereka memang bukan bangsa manusia. Tapi bagaimana halnya jika pelecehan terhadap nilai kemanusiaan ini malah dilakukan oleh manusia?

Iklan

One thought on “Lampu Silau

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s