Biker, Blog, dan Tuhan

Assalamu’alaikum…

Seperti yang ane bilang sejak kemarin, anu10 adalah silent reader sejak lama. Jadi ane ada sedikit rabaan terhadap karakter blog sekaligus pengunjungnya.

Bukan mau survey atau tampil berangka-angka atau grafik begini begitu, Gan. Atau karena sakit hati blog ane sepi. Bukaaannn…

Nurut mata ane yang mungkin kurang awas dan subyektif, ada kecenderungan bahwa blog-blog (termasuk blog motor) akan jadi rame kalau diisi rasan-rasan, gosip pancingan, dan hal-hal “luar” dari sebuah peristiwa atau motor tentunya (wong ini blog motor, je). Orang lebih suka melihat roda dari luar (samping) ketimbang melihatnya dari “dalam”. Orang lebih suka bicara (nulis komentar) untuk hal-hal iseng, bukan hal-hal yang membangun. Kalaupun ada, itu menempati ruang kecil dari luasnya jagad maya perblogmotoran. Teramat kecil…

usai sholat 'ied

usai sholat ‘ied

Ya… mungkin blog di sini memang jadi ajang untuk menumpahkan rasa suntuk, menuangkan cairan keputusasaan, berandai-andai tanpa kehilangan, omong kosong menghindari kejenuhan. Atau menjadi tempat aman untuk membangun dunianya sendiri. Dan “aku”lah sang penguasa… Puas rasanya…

untuk keluarga

untuk keluarga

Bagi pengunjung blog, rame komentar gak ada isi, bahkan cuman nyari pertamax-nya doang. Rebutan podium.

Ada juga sih yang datang untuk cari info motor, kan ada anggapan kalau blog lebih independen, apa adanya.

Nah, kalau diajak rembugan yang agak “dalam” demi kebaikan, gak respon. Apalagi kalau diajak ngaca diri. Melihat motor sebagai sebuah sarana kehidupan.

Sedangkan sang biker adalah pihak yang berkebutuhan dan subyek bukan sekedar obyek (pemasaran). Biker adalah manusia, seorang hamba dihadapan Tuhannya.

menuju merapi

menuju merapi

Setahu ane, semua polah tingkah biker akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya.

relawan merapi

relawan merapi

Manusia (dan jin) diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah. Dan Allah sudah menyiapkan segala sarana dan prasarana, termasuk motor.

Jadi, apakah motor kita siap digunakan untuk beribadah? Ataukah malah motor kita siapkan untuk nggladrah? Sebagai pemuas nafsu? Ajang pamer? Mbudheki kupinge orang? Kebut-kebutan di jalanan? Atau untuk tindak kejahatan?

Siapakah kita?

Yuk…ngetik dimari…membangun diri

monggo... serius boleh, lucu juga boleh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s