Bertahan Hidup

Dalam arah pulang nggowes pagi ini aku lewat jalan sisi barat pasar Bejen. Jam di Sony menunjuk 05.35… masih esuk juga.

Subhanallah, ternyata suasana pagi pasar Bejen ramai tenan. Bakul-bakul pada gelar dagangan sampai melebar ke jalanan. Hampir memakan separoh badan jalan, Bro… Memang di sisi timur jalan ini berjajar angkutan memanjang sampai selatan hampir pertigaan gang yang ngarah ke Temuireng.

Mau njepret bakul yang di tengah jalan kok malah gak enak hati. Yo wis lewat saja. Akhirnya kejepret yang lain saja. Baca lebih lanjut

Tulang Rusuk dan Terang Bulan

Pagi ini tadi iseng-iseng ke sekitaran alun-alun Karanganyar. Kugenjot pedal Heist 2 pada gigi tengah agar ringan. Masuk dari arah timur mulai ramai orang di seberang Mitra. Saat itu sekitar jam 10an, agak siang memang, acara Car Free Day sudah bubar.

Baru sekitar 1 blok ke barat ada yang menyeru,

Assalamu’alaikum, Kang…

Spontan aku menengok ke arah suara.

Wa’alaikumsalam. Oow… Njenengan to.

Iya Kang. Tolong tunggu sebentar ya.

Sambil berucap dia berbalik menuju gerobaknya dan mengambil beberapa bungkus makanan.

Tolong diincipi terang bulan buatan saya, Kang… Baca lebih lanjut

Antara Celana, Sadel dan Barang Pusaka

Pagi ini aku nggowes lebih jauh dari hari-hari sebelumnya. 1,5 jam lebih dengan kecepatan lebih tinggi dari sebelumnya. Tapi bukan soal jarak tempuh dan waktu tempuh yang aku mau catat disini. Tapi sesuatu yang lain.

Sesampainya di rumah, biasalah pupuku lempoh tapi kenapa juga ini pusaka kok koyo abuh… rasanya jadi gedhe… dan kayak ada semut-semutnya gitu…

Wah, jangan-jangan cara duduk yang gak bener atau celana yang aku pakai atau memang sadel yang kepasang di sepeda kurang cocok nih. Baca lebih lanjut

Gowes Itu Perjuangan

Hehe… catatan kecil thok.

Siang ini langit Karanganyar masih mendung, padahal sejak kemarin sore sudah hujan dan berlanjut sampai pagi ini tadi.

Tapi melihat sisi baiknya saja. Goweeeessshh….

Sejak Heist 2 ditangan, aku jadi sering nggowes kalau cuman ada perlu di seputaran Karanganyar. Entah itu ke Bejen, Papahan, atau beli sekrup ke toko bangunan di Ngaliyan. Wis gak kena parkir, dapat bonus keringat pula.

Sebenarnya aku mulai latihan dengan mengitari alun-alun Karanganyar seingatku seminggu tiga kali. Gak ajeg sih… menyesuaikan situasi dan kondisi ajah. Tapi gak tahu nih, po karena faktur U ya… jumlah putaran gak nambah-nambah…. baru tiga kali putaran sudah ngos-ngosan…. Ternyata gowes itu butuh perjuangan.

Membayangkan mereka yang sudah mampu menempuh jarak Solo-Karangpandan bahkan Tawangmangu. Allahu Akbar… mantaps tenan. Baca lebih lanjut

Pusing Gara-Gara SIM

Eits, bukan surat ijin menyetir, tapi SIM hape.

Si gendhuk Nadia nomernya mau aku ganti saja. Gara-gara ada nomer asing yang iseng di layar ASUS Lasernya.

Maunya aku ganti nomer istri yang nempel di Vivo yang buat telpon dan SMS, toh jarang kepakai karena WA dan BBM. Dan nomer si gendhuk mau kupasang di Vivo sekalian buat ngintip aktifitas keisengan yang mungkin berlanjut.

Tapi malah jadi pusing aku. Baca lebih lanjut

Gowes Yuk… Kenalan Dengan Polygon Heist 2

Kisah dimulai hari Jumat.

Awalnya cuman mau ke ATM Setor Tunai. Saat itu habis subuhan, nyengklak Phoenix biru punya istri aku mampir ke BNI Karanganyar. Memang aku lebih suka setor ke ATM, dengan alasan:

  • Gak antri kalau pagi uthuk-uthuk.
  • Gak ketemu mbak Teller yang suka bikin teler. Godaan iman paling besar buat kaum laki ya siapa lagi kalau bukan mbak-mbak gitu… bukannya sok suci, tapi sekedar preventif boleh lah…

Sudah…

Habis itu iseng-iseng nggowes ngulon terus. Sambil membusungkan dada mengisi oksigen ke paru-paru kukayuh pedal kiri dan kanan bergantian. Gak kerasa lampu bangjo Papahan lewat. Terus ngulon sampai SPBU. Eh…. lagi dibangun ya… trus balik kanan arah pulang.

Sampai rumah gobyos. Mantaps. Tapi pupuku jadi meliuk-liuk kalau jalan…. njarem.

Nah… Baca lebih lanjut

Si Kembar Suzuki Adress

Hari Jumat dikabari pihak Suzuki Bejen, kalau plat nomer polisi dan STNK Suzuki Address sudah jadi, dan barang akan diantar ke rumah. Aku bilang kalau lagi di Solo, tapi bolehlah dikasih ke anak-anak.

Omong-omong, sentuhan personal dari kru Suzuki lumayan juga. Gak tahu apakah ini sebagai jurus bertahan dari ancaman penutupan, atau malah sebagai jurus baru untuk mulai bangun dari tidur panjangnya. Gak sedikit yang bilang produk Suzuki sebenarnya bagus, cuman purna jualnya aja sih… Indonesia banget ya, belum juga kebeli sudah kepikir mau dijual lagi.

Terus terang aku temasuk jenis species yang kalau beli sesuatu ya faktor cocoknya yang utama, soal jual lagi gak masuk itungan sama sekali. Sungguh… Bahkan karena soal kecocokan pula, aku bisa lepas barang dengan harga gak masuk akal…. Baca lebih lanjut

Odol dan Jamur Kaca

Sudah hampir 3 tahun Livina menemani perjalananku. Alhamdulillah.

Selama ini lancar-lancar saja. Keluhan yang ada relatif kecil, semisal bensin yang cenderung berkurang ketika digunakan, atau setir yang terlalu ringan ketika selesai mampir makan siang, atau hal-hal kecil yang sudah sama tahu lah.

Atau hal-hal yang secara umur tak bisa dihindari, seperti ban yang semakin tipis, karet peredam yang semakin keras dan mulai meloloskan suara dari luar kabin, atau hal-hal yang disebabkan faktor U yang lainnya.

Tapi ada juga hal-hal yang terjadi karena tangan kita sendiri, semisal penyok karena adegan laga, atau gores karena tangan si kecil, spion lecet karena sering parkir mepet. Baca lebih lanjut

Seat Belt si Sabuk Pengaman

Meski sering disepelekan, tapi sejatinya dia sangat membantu.

Kemarin, 22 April siang habis jumatan. Aku ditelpon teman.

Kang, aku sekarang di RSUD Karanganyar. Mobilku kecelakaan. Nenekku belum sadarkan diri. Sopir patah tangan. Bapakku, kejeduk kaca depan. Ibu selamat. Anak-anakku selamat, cuma ada yang sedikit bocor di kepalanya.

Saat itu aku lagi nyate bareng teman, yang langsung berasa aneh.

Selesai makan versi kilat, aku beli pulsa dulu, kebetulan agendanya memang itu. Lanjut ke RSUD Jengglong, naik Kawasaki ZX130 boncengan. Baca lebih lanjut

Tanda Tangan

Menurut kbbi, tangan tangan diartikan sebagai lambang nama yang dituliskan dengan tangan oleh orang itu sendiri sebagai penanda pribadi.

Menurut wiki, tangan tangan adalah tulisan tangan, kadang-kadang diberi gaya tulisan tertentu dari nama seseorang atau tanda identifikasi lainnya yang ditulis pada dokumen sebagai sebuah bukti dari identitas dan kemauan. Tanda tangan berlaku sebagai segel.

Konon tanda tangan merupakan cara yang paling mantap merefleksikan diri seseorang. Menurut penelitian, bagaimana seseorang menulis atau bagaimana tanda tangan mereka, menunjukkan kepribadian mereka dengan tingkat akurasi hingga lebih dari 80%.

Bagiku sendiri sebenarnya tanda tangan itu tak lebih dari hal kecil yang merepresentasikan sedikit saja dari diri kita. Lebih dari itu jadilah dia sebuah hal untuk dikenang. (jangan diambil hati) Baca lebih lanjut