GSX-R150: Gak Umur Wis… 

Adalah 24 Januari 2017 silam mas Apri dari Suzuki Bejen yang dipindah ke Sragen karena tenaga dan pikiran beliau dibutuhkan di sana telah mengirim foto si GSX-R150 via BBM. 

Dibumbui sedikit rempah dan penguat rasa, ditawarkanlah racikan terbaru Suzuki di lini motor laki ini. Matur nuwun Mas atas info dan keramahannya. Dasar piyayine alus…

Sebenarnya dalam hati kecil yang paling dalam, gak perlu dirayu pun aku sudah kesandung sama si GSX-R150 ini, juga yang GSX-S150. Tapi mengingat, menimbang, dan menghitung umur ini loh…  Gak mentolo nek aku sih nyemplak motor ginian. Marakne anak cemburu, ngenes lan nelangsa… Pakne gak gelem kalah Cung…. Ngono iku… 

Ditambah lagi bisikan dari bolo gowes, Sampeyan ki mending nyemplak bongso metik rodo gedhe ngono ae Kang…  Ketok kalem, handsome… Halah… 

Misale ngene iki yakne.. Sing ndi? 

Tantangan Tanjakan

Ada rute yang sangat menantang karena tanjakannya, khususnya bagiku dan bolo gowesku. 

Bermula dari tantangan oleh salah seorang kenalan bolo gowes. Ada dua rute tantangan, 

  1. Rute sekitaran kuburan delingan. Rute ini sudah aku libas  habis semuanya. Katanya ada tanjakan ekstrim tapi dari semua rute di daerah ini semua sudah kelibas dengan mudah tanpa kesulitan apapun.
  2. Rute desa Gondangrejo di daerah Plosorejo, Matesih. Rute ini yang jadi catatan kali ini. 

Kamis kemarin sebenarnya adalah kali kedua gowes kami. Kali pertama boleh dibilang gagal total karena dari kami yang bertiga, semua goweser terkapar. Gak kuat nanjak lagi. Nuntun pun berat, nggenjot tak ada beda.

Kali kedua ini boleh dibilang gagal lagi. Dari berempat hanya satu yang pecah rekor. Yang tiga terkapar di tiga titik berbeda. 

Sebut saja kami adalah aku, Muh, Is, dan Zain.

Rute dimulai dari Karanganyar hingga satu titik di jalan alternatif Matesih yang berjarak kira kira 12km saja. Naik mobil biasanya 20an menit. 

Aku ambil gambar dari Google map. Inilah dia. 

Biasanya para goweser lurus saja ikuti jalan alternatif hingga pertigaan kantor pos Matesih. 

Tapi tantangan kali ini adalah ambil lajur kiri di pertigaan kecil itu. Ada papan petunjuk di sisi kiri jalan. Masuk desa Gondangrejo Plosorejo.

Langsung disambut dengan tanjakan rada belok kanan lalu landai 5 meter disambung lagi tanjakan kedua dan lebih panjang lagi hingga berujung di dekat masjid kiri jalan. Mampir masjid ambil wudlu dan dua raka’at lalu sambung terus ke timur sampai ada tanjakan yang lebih jos lagi…. 

Di tanjakan seri ketiga inilah Zain terkapar. Di belakangnya ada Muh yang slip karena roda nyentuh lumut licin, nuntun wis karena gak mungkin langsung genjot  tanpa ada ancang-ancang. Lalu kemudian Is menyusul terkapar di dekat Zain selonjoran  kaki. 

Lalu dirikulah yang dengan penuh hati-hati menapaki tanjakan. Berbekal pengalaman mata dari yang bertiga, dan onthel yang paling superior dari yang bertiga, dengan sangat pelan di genjotan tapi nafas disiplin tinggi mesti dijaga serta support teriakan dari yang terkapar mampu memompa semangat dan tenaga hingga takluklah sang tanjakan. 

Klêmun klêmun… 

Nafas tersengal… 

Tenggorokan kering… 

Istirahat dulu… 

Membasahi kerongkongan dengan air sebentar hingga dunia kembali terang. Haha… 

Ada yang ikutan mau nyoba…? 

Gaya Kendara dan Efeknya

Sekalian servis Nissan Grand Livina di km 50ribu, aku sampaikan beberapa keluhan. Berikut keluhan yang aku catat untuk disampaikan oleh temanku ke bagian mekanik,

  1. Ban depan serasa punya madzhab berbeda, maksudnya satu ngarah ke mana yang lain ngarah ke mana. Kerasa banget kalau pas lewat di genangan air. Oling berat… 
  2. Mesin tersendat sendat di putaran bawah meskipun di gigi persneling rendah. Pengalaman di unit lain dengan tipe dan tahun sama gak begitu. 
  3. Rem bunyi menyayat kalau tuas diinjak, serasa kampas sudah tipis padahal baru diganti di bengkel resmi juga. Paling kampasnya kotor pas masang yang baru. Kalau iya, berarti mekaniknya kemproh dong. 
  4. Pas digeber 100km/j setir getar hebat. Tapi kalau digas lagi sampai 110km/j dan lebih lagi malah getar ilang. 
  5. Sudah. 

Nah. Mobil dibawa temanku ke beres di Solobaru.

Dan ini hasilnya, 

Keluhan 1 dan 5 disebabkan oleh hal sama. Unit chambernya di unit kendali ban depannya jebol. Penyebab utamanya adalah manuver tajam. Allahu Akbar, konangan ki kalau gaya kendara suka ngepot ngepot. Harus ada penggantian part. 

Keluhan 2 dijawab oleh bagian mekanik bahwa itu sudah karakter Nissan Grand Livina kalau sudah mencapai 30.000 km dan lebih. Jadi tidak ada tindakan teknis. Subhanallah…  Aneh gak sih? 

Keluhan 3 gak ada indikasi penanganan juga. Saat ini rem masih menderita karena selalu terdengar begitu menyayat saat kuinjak pedalnya. 

Sudah. Aku cuman ambil satu poin dulu. Bahwa gaya kendara bisa menyebabkan bertambahnya biaya…  Haha… 

Ini rincian biaya haha… 

Semoga berguna haha.. 

Gowes to Kemuning

Tempat Kejadian Perkara: Kemuning

Waktu Kejadian Perkara: 24 November 2016

Acara ini sebenarnya sudah lama jadi agenda. Tapi gagal dan gagal lagi karena salah satu goweser yang supersibuk menjadi pemicu kegagalan. Kali ini pun yang bersangkutan terpaksa dieliminiasi biar gak gagal lagi.

Gowes kali ini melibatkan dua guru muda di sebuah pesantren di Sragen. Start pun dimulai dari area pesantren. Diiringi pandang mata ratusan santri kami memulai genjot pedal. Kami berempat saja, dua guru dan dua lagi penghuni tetap setiap acara. Armada yang kami libatkan adalah Polygon Heist, Giant Talon, Specialized Pitch Pro, dan Giant Anthem X. Gak seragam baik sepeda maupun pakaian, seperti biasanya aja. Baca lebih lanjut

Yang Penting Sehat, Gak Kudu Cepat

Itu bukan karena mutung atau putus harapan, atau omongan orang yang kalah adu speed dengan goweser lain. Bukan sebagai pembelaan diri, tapi memang seseorang mesti tahu diri, bisa mengukur kemampuan sendiri, dan gak lupa umur dan juga mesti ingat anak istri, yang saat ini istri masih satu dan anak duabelas ninggal empat.

Juga karena beberapa kali baca artikel di blog gowes yang menuliskan kabar duka tentang goweser yang meninggal ketika nggenjot di jalan karena serangan jantung. Juga teman bengkel pernah cerita kalau dia pernah nolongin goweser yang tersungkur dijalan dan sesaat kemudian meninggal karena jantungnya overload.

Mau sehat malah akhirat… Baca lebih lanjut

Tawangmangu

Waktu kejadian: hari Kamis, 20 Oktober 2016.

Tempat kejadian perkara: Tawangmangu.

Ya, rada lucu sebenarnya. Mulai dari acara yang gak direncanakan, terpisahnya anggota rombongan, hingga tanjakan dan ketemu saudara dan klimaksnya adalah terminal Tawangmangu.

Hari itu, sekitar jam 6 pagi, ada seorang teman datang bawa sepeda hybrid miliknya untuk disetel RDnya. Aku pun menggelar peralatan bengkel pribadiku di samping rumah. Dan jadilah bengkel pit onthel dadakan. Dan istriku nganterin 2 cangkir teh anget ditemani pohung goreng. Sedap…

Tak berapa lama, datang satu orang lagi nimbrung ngobrol ngalor ngidul. Selesai nyetel sepeda, satu orang nyeletuk, nggowes ke mana nih…

Akhirnya, dengan tanpa rencana, kami bertiga langsung siap grak nyiapin armada onthel. Langsung genjot ngarah ke timur. Gak tahu mau ngarah ke mana, pokoke ke timur. Baca lebih lanjut

Lepas

Itulah perasaan kami saat nggowes santai dengan rute, Mojoreno (Sidoharjo) – Jatiroto – Jatisrono – Sidoharjo dengan rute bervariasi. Kadang onroad tapi kadang offroad.

Petualangan bermula Rabu malam. Sepulang acara di Solo dengan istri, bolo-bolo sudah menunggu dengan raut wajah sumringah. Meski secara standar goweser, model kami memang gak masuk itungan tapi hal itu gak mampu menghalangi kami untuk tetap menikmati segala keadaan. Gimana coba, belum semua pakai helm, belum semua pakai sepatu. Gak ada pakaian khusus buat gowes. Gak nggenah wis pokoke. Subhanallah… Baca lebih lanjut

Koripan

Waktu kejadian: 17 Agustus 2016

Tempat kejadian perkara: Koripan

Yups, kali ini ada anakku si Ahmad yang sedang liburan dari pondoknya. Ayo, Le… nemani ayah yo…

Start dari rumah jam 6 pagi. Rombongan hanya bertiga, anakku dan 2 orang anggota tetap. Setting tripnya nyante karena anakku belum pengalaman. Momong ceritanya…

Weladalah… yang diemong kabur duluan. Si Ahmad melesat meninggalkan yang tua-tua. Iya juga sih, ini kali kedua buat si Ahmad dengan rute Karanganyar-Ngrawoh-Matesih. Kali pertama dia make Polygon Rayz 24 inchi, agak berat dan agak kekecilan. Dan kali ini dia kebagian nggenjot Giant Talon yang jauh lebih ringan bobot sepedanya dan ukuran sepeda yang S dengan ring roda 26 terasa pas dengan ukuran badannya. Klop wis…

01Yo sudah Le, istirahat dulu di Matesih sisi utara, tepatnya di pojok pertigaan yang ngarah ke Giribangun.

Setelah beberapa menit istirahat dan keringat sudah gak kebroh-kebroh amat, kami sarapan tahu kupat depan puskesmas Matesih. Sedapnya tahu kupat…. Baca lebih lanjut

Rute Baru

Mungkin bagi yang sudah wira-wiri nggowes, jarak sekitar 19km dengan didominasi tanjakan adalah hal biasa, tapi bagiku dan bolo-bolo dengan pengalaman nggowes nol persen adalah sesuatu. Dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk nggowes lagi dan lagi. Sebenarnya kalau mengikuti rute jalan besar gak akan sampai 19km, tapi kami memang mau bersantai dengan jalur suka-suka.

Begitulah, pagi tadi start dari rumah sekitar jam setengah 6 pagi. Basecamp di daerah Mojo, Ngaliyan. Disana sudah menunggu 2 orang teman. Satu orang gagal berangkat karena onthel baru saja accident. Langsung pancal dengan diiringi doa perjalanan.

Kami mulai nanjak di jalan sisi selatan desa Mojo ini, menyusuri bekas irigasi jaman Belanda. Nanjak terus sampai di desa Kerten dimana ada pohon besar yang ada tulisan Perjanjian Gianti tahun 17an, lalu masuk jalan besar Karanganyar-Matesih dan kami langsung mengarah ke timur. Baca lebih lanjut

Onthel, Racun Dunia

Konon, seorang J-Lo dalam satu momen hidupnya terinspirasi oleh aroma tempat dia berada. Lalu dia membangun angan-angan, khayalan dan imajinasinya dengan kesan aroma itu. Kemudian dia mengundang para Nose, yakni kaum perfumer yang mampu membaca emosi bahkan membangkitkannya, mampu meraba kenangan si dia lalu mereka sendiri akan memimpikannya, membangkitkan imajinasi mereka lalu merangsang indera mereka untuk mengurai unsur apa saja yang membangun emosi si dia. Dari kemampuan seorang Nose yang mampu membedakan dan mengidentifikasikan ribuan aroma dasar dari alam, mereka akan menciptakan wewangian yang sesuai dengan emosi si dia. Dari sinilah tercipta konsep rancangan wewangian baru. Tentunya dari sekian Nose yang merancang, hanya ada satu saja yang berhasil lolos dari seleksi yang kemudian dengan melibatkan ahli kimia akan terciptalah bentuk fisik sebuah parfum. Tinggal pabrikan yang ditunjuk oleh si dia yang akan memproduksi parfum secara massal untuk dipasarkan.

Demikian pula di dunia sepeda. Baca lebih lanjut