Refreshing

Kadang manusia butuh pit-pitan. Tapi aku sering.

Favoritku ya area kebun teh Kemuning.

Ini kisah lama, tapi kami masih suka mengulang-ulang perjalanan, meski dengan armada yang berbeda.

Yang versi ini kami berenam, aku dan bolo-bolo. Kabeh model ndeso wis. Coba saja, semua sandal jepit ada yang swallow version. Ngepit karo pamer gigi sampai kering. Helm sudah SNI meski gak mudeng opo. Versi lain bisa berbeda tergantung negara setempat. Hehe…

Mengandalkan armada full Yamaha, mulai MX lansiran 2007, lalu MX 2012 hingga Byson 2012. Baca lebih lanjut

Jok Split, Apa Fungsinya?

Eh iya, ini aku masih belum nemu jawabnya, sungguh…

Merhatiin motor sport versi jalanan yang sekarang ini hampir semuanya pakai jok model misah. Split. Padahal rerata biker di Indonesia masih suka boncengan. Meski boncengan pun kadang masih kebut-kebutan.

Kenapa jok split menjadi pilihan ya? Bukannya malah semakin memisahkan badan biker dan boncenger? Bukannya posisi renggang antara keduanya itu lebih berbahaya? Gak nyaman juga?

boncengan

dari youtube.com

Bahkan, meski bukan motor sport, dulu Vespa pakai jok super split. Tapi desain jok Vespa yang sekarang malah gak split lagi. Rasanya jadi semakin mesra antara yang pegang stang dengan yang ngrangkul pinggang… (khusus pasutri)

Ada yang bisa kasih ilmu? Bagi dong…

Servis Pertama Suzuki Address

Hari ini aku servis pertama Suzuki Address di bengkel resmi Bejen, Karanganyar.

1Di buku servis ada petunjuk servis pertama di km 1000, tapi yang di speedo masih 449.

Jam 11 aku daftar. Antri nomer 4, di belakangku juga masih ada beberapa lagi. Memang tidak sebanyak antrian servis di Yamaha atau Honda, tapi ternyata pemilik motor Suzuki tetap masih lumayan banyak. Si mas bilang kemungkinan bisa dikerjakan sesudah jam istirahat. Ya sudah, gak papa. Aku lagi nganggur juga kok. Sebagian anak-anakku juga pada main air di Sawahan disopiri om Ayyubi. Mbarepe ngancani Umminya di rumah. Baca lebih lanjut

Byson FI Untuk Siapa?

Sabtu kemarin iseng-iseng timbang bengong, ke salah satu dealer Yamaha di Karanganyar. Mau lihat Byson FI yang katanya sudah ready di Karanganyar.

Kebetulan yang ada baru satu unit thok buat display.

red combat

Harga lebih tinggi 100-200 ribu dari OTR Jakarta.

Warna merah, red combat. Yang item gak ready. padahal penasaran yang item.

Yamaha mengklaim, karakter Byson Fi ini adalah The Most Aggressive Muscular Cruiser, tampil sebagai motor touring, penjelajah, yang mencitrakan kekuatan, lanang tenan, juga ego maskulilinatasnya nonjol.

Wis embuh klaim atau pencitraan atau slogan atau iklan.

Aku tanya sama Mbak sales,

Nurut Mbak, motor ini buat saya cocok gak? Baca lebih lanjut

Dek Matic Harus Lega

Semuanya gak ada rencana, tapi murni karena kebutuhan.

Beberapa hari lalu, aku mau antar barang ke pelanggan. Barang berupa bibit parfum dalam kemasan ukuran 500ml aku taruh dalam boks kardus cokelat dengan dimensi 35x25x30 ukuran dalam satuan cm.

Karena alamat kirim gak jauh dan barang pesanan gak banyak, aku mau antar pakai Address aja. Nah, kardus mau aku taruh di dek Suzuki Address. Tapi ternyata….

Kardus gak muat….!!!

Laa haula wa laa quwwata illaa billaahi…

gak muat

gak muat

Lha piye iki. Salah satu alasan aku milih Suzuki Address karena dek lebih lapang dari merk sebelah. Tapi masih tetep aja gak muat. Wis, akhirnya kemasan aku bongkar lagi. Lakban yang sudah nempel erat, aku copot lagi. Baca lebih lanjut

Gambar Porno

Lanjutan dari sini

Rute terminal Cicaheum arah Cirebon aku lewati pagi itu dengan armada bus Sahabat.

Benar kata Dida, bus ini juga AC seat 2-2. Meski masih mau ambil penumpang di tengah perjalanan karena ada seat kosong dari terminal, tapi bagiku masih nyaman.

Tak banyak cerita, karena aku banyak tertidur di hampir sepanjang perjalanan. Balas dendam semalam. Terbangun karena rem mendadak atau nambah penumpang. Bahkan masuk terminal Cirebon pun aku tak tahu. Kondektur yang membangunkanku ketika bus ambil tempat buat ngetem di terminal. Barang bawaanku yang cuma tas punggung aman.

Turun dari bus, aku dapati terminal Cirebon ini padat betul. Ramai orang wira-wiri. Gak tahu, calon penumpang atau awak bus atau calo atau preman.

Aku cari loket bus arah Semarang. Aku fokus ke itu saja. Hingga ketika sekelabatan mata aku lihat ada bus masuk terminal dan di kaca depan ada tulisan trayek Bandung-Semarang lewat Cirebon, aku gak ngeh…

Dapat tiket bus Coyo arah Semarang. AC seat 2-2 lagi. Lumayan. Tapi gak tahu, ini hanya pas aku atau yang lain. Dari jam yang ada di tiket dengan riil waktu keberangkatan, selisih jauh. 1 jam lebih yang aku ingat. Aku sempat tertidur di kursi tunggu. Tapi alhamdulillah, aman. Aku sempat sholat di mushola terminal, jama’ sekalian qashar Dhuhur Ashr, lalu makan.

Perjalanan berlanjut ke Semarang. Baca lebih lanjut

Pembaca Al-Qur’an itu Bersaudara

Lanjutan dari sini

Kata petugas terminal yang kami temui, yang ke arah timur semua start di terminal satunya, Cicaheum. Terminal Leuwipanjang hanya melayani bus dengan rute Bandung ke barat. Laa haula wa laa quwwata illaa billaahi…

Lagian, tambah pak petugas. Jam segini (sekitar jam 11-an malam) sudah gak ada bus berangkat ke Cirebon. Paling cepat besok pagi sebelum subuh. Sekitar jam 4 pagi.

Lha terus piye iki…

Aduh maaf ya Mas. Gara-gara saya jadi begini.

Ah, gak papa Mbak. Ini jadi pengalaman berharga buat saya kok. Lagian saya kan dapat teman baru. Bener gak papa kok.

Ya udah, Mas. Kita ke rumah saya aja dulu. Besok pagi baru diterusin perjalanannya.

Ya sudah Mbak. Mau gimana lagi. Pasrah aku. Tapi gimana dong Mbak. Apa entar gak gimana-gimana orang rumah. Mosok bawa orang asing, malam-malam lagi… tur laki-laki. Baca lebih lanjut

Petualangan Bermula….

lanjutan dari sini

O iya Mbak, sudah ngobrol ngalor ngidul, kenalin dulu, saya Agus.

Oow, panggil saja Dida, Mas….

Ehm, dari nama panggilan, boleh nebak, nama Mbak, Farida kan…?

Ah, Mas tahu aja…

Hehe… Ketahuan Sunda deh, ada nama yang berulang. Misalnya, Ida Farida, Endi Supendi, de el el…

Iya sih Mas.

Terus Mbak mau cari bis apa? Dan saya entar naik bis apa ya?

Kita barengan aja, Mas. Kan Mas belum tahu, kalau nyasar gimana.

Iya sih Mbak. Cuman saya jadi gak enak nih.

Gak papa Mas. Tolong-menolong kan baik to…

Iya Mbak. Makasih banget ya atas bantuannya.

Dida tersenyum manis. Baca lebih lanjut

Nostalgia Mudik Era 90an

Beberapa hari terakhir liat TV, acara mudik. Jadi teringat masa lalu. Saat masih lajang dan membujang. Merantau ke Jakarta. Nyari uang untuk siapa, gak jelas juga. Yang jelas, acara mudik jadi kenangan manis. Jadi, pas liat serunya acara mudik dari laporan man teman di TV, halah… ati ini jadi syahdu banget. Melow…

nyomot dari abiummi.com

nyomot dari abiummi.com

Aku lantas kumpulin para istri dan anak. Maksudnya istri 1 dan anak 8, yang 3 kan udah ninggal. Yang ninggal gak usah dikumpulin.

Terus aku duduk di kursi, lalu mereka duduk di bawah. Mirip santri mendongeng lah…

Yang aku masih ingat betul, ada satu periode mudik dimana aku kehabisan tiket bis langganan (kalau gak Raya, yo Muncul), terus mesti nyari tiket armada lain yang rute langsung Jakarta-Solo. Gak peduli mau Big Top, Executive, Bisnis, Ekonomi, atau kelas apa lagi…. Alhamdulillah…. habis semua. Baca lebih lanjut

Penentuan Hilal Bulan Ramadhan dan Syawwal

Sebentar lagi insya Allah lebaran. Tapi kapan lebarannya? Kapan shalat ‘ied dilaksanakan? Jawabnya pasti: tanggal 1 Syawwal.

Nah, 1 Syawwal itu jatuh pada hari apa, ini yang sering menjadi polemik meski gak sampai tumpah darah. Aku nemu sebuah ulasan di majalah salafy lama, tapi sudah aku sisipin tulisanku sendiri. Covernya ledheh… gak jelas edisi kapan. Tapi ilmunya mantap buat pegangan bro sis para biker yang sering di jalan.

Oiya, aku sertakan sebagian jepretan pas ikut ru’yatul hilal di bukit area makam syeh Bela Belu, Parangtritis tahun lalu. Kebetulan aku dapat colekan dari seorang teman di Yogya yang sesudah acara ru’yah ngajak buka bersama di rumahnya yang lebih mirip dealer mobil mewah itu.

1.    Cara Menentukan Waktu Ibadah Puasa dan Iedul Fithri

penampakan bukit syeh Bela Belu dari seberang jalan

penampakan bukit syeh Bela Belu dari seberang jalan

Awal puasa ditentukan dengan tiga cara:

  1. Ru’yah hilal (melihat bulan sabit).
  2. Persaksian atau kabar tentang ru’yah hilal.
  3. Menyempurnakan bilangan hari bulan Sya’ban.

Tiga hal ini diambil dari hadits-hadits dibawah ini :

  1. Hadits dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya (hilal bulan Syawal). Jika kalian terhalang awan, maka sempurnakanlah Sya’ban tiga puluh hari.” (HSR. Bukhari 4/106, dan Muslim 1081) Baca lebih lanjut