Rute Baru

Mungkin bagi yang sudah wira-wiri nggowes, jarak sekitar 19km dengan didominasi tanjakan adalah hal biasa, tapi bagiku dan bolo-bolo dengan pengalaman nggowes nol persen adalah sesuatu. Dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk nggowes lagi dan lagi. Sebenarnya kalau mengikuti rute jalan besar gak akan sampai 19km, tapi kami memang mau bersantai dengan jalur suka-suka.

Begitulah, pagi tadi start dari rumah sekitar jam setengah 6 pagi. Basecamp di daerah Mojo, Ngaliyan. Disana sudah menunggu 2 orang teman. Satu orang gagal berangkat karena onthel baru saja accident. Langsung pancal dengan diiringi doa perjalanan.

Kami mulai nanjak di jalan sisi selatan desa Mojo ini, menyusuri bekas irigasi jaman Belanda. Nanjak terus sampai di desa Kerten dimana ada pohon besar yang ada tulisan Perjanjian Gianti tahun 17an, lalu masuk jalan besar Karanganyar-Matesih dan kami langsung mengarah ke timur. Baca lebih lanjut

Onthel, Racun Dunia

Konon, seorang J-Lo dalam satu momen hidupnya terinspirasi oleh aroma tempat dia berada. Lalu dia membangun angan-angan, khayalan dan imajinasinya dengan kesan aroma itu. Kemudian dia mengundang para Nose, yakni kaum perfumer yang mampu membaca emosi bahkan membangkitkannya, mampu meraba kenangan si dia lalu mereka sendiri akan memimpikannya, membangkitkan imajinasi mereka lalu merangsang indera mereka untuk mengurai unsur apa saja yang membangun emosi si dia. Dari kemampuan seorang Nose yang mampu membedakan dan mengidentifikasikan ribuan aroma dasar dari alam, mereka akan menciptakan wewangian yang sesuai dengan emosi si dia. Dari sinilah tercipta konsep rancangan wewangian baru. Tentunya dari sekian Nose yang merancang, hanya ada satu saja yang berhasil lolos dari seleksi yang kemudian dengan melibatkan ahli kimia akan terciptalah bentuk fisik sebuah parfum. Tinggal pabrikan yang ditunjuk oleh si dia yang akan memproduksi parfum secara massal untuk dipasarkan.

Demikian pula di dunia sepeda. Baca lebih lanjut

Onthel, Antara Rencana Belanja dan Kebutuhan Upgrade

Hindari upgrade komponen sepeda. Kalimat itu aku tanam dalam hati dan ku tulis di blog ini untuk jadi pengingat.

Waktu ambil Polygon Rayz 24” dual suspension buat anakku (lagi), aku sempat melihat-lihat drivetrain di balik kaca etalase Rodalink. Sungguh…. harga part onthel sering gak masuk akal.

Aku tanya ke mekanik, bagaimana kebiasaan goweser yang ke Rodalink buat upgrade sepeda. Dari sini aku mendapat tambahan pengetahuan, bahwa sebagian goweser pemula akan keracunan upgrade ketika mereka memulai beli sepeda dari level harga yang rendah. Biasanya mereka beralasan, beli sepeda pertama sekedar untuk olahraga, lalu seiring dengan kebiasaan gowes dan bertemu dengan sesama goweser di jalan, akan mulai keracunan. Semua dimulai dari…. thinggg…. Baca lebih lanjut

Headlamp Buat Gowes Malam

Seiring dengan perubahan kebiasaanku dalam pilihan moda transportasi jarak pendek dari motor ke onthel, semakin sering aku mengandalkan si Heist dan Talon untuk pemenuhan kebutuhan harianku dan keluarga. Memang selain untuk nggowes offroad, aku juga gunakan untuk komuter harian. Hingga suatu ketika, aku harus gunakan onthel untuk acara malam hari. Dan sampai disini aku kebentur dengan ketiadaan lampu penerangan.

Akhirnya karena sudah menjadi kebutuhan, aku ke Rodalink Solo untuk belanja lampu depan yang bisa dipasang-copot, sekalian servis si Heist pasca kecelakaan kemarin. Heist ganti front brake set dan aku ambil lampu depan merk Cat Eye Volt200. Terus terang pertimbangan utama memilih tipe ini adalah plug play dengan braket yang terasa kokoh dan baterai isi ulang yang digunakan adalah lithium polymer. Kenapa mesti lithium polymer? Googling aja… Sebenarnya secara spek aku gak begitu nggagas, yang penting kebutuhan terpenuhi. Baca lebih lanjut

Pusaka Aboh Jilid 2

Sekedar mau berbagi cerita.

Beberapa waktu lalu, bolo-bolo sudah ikut keracunan bergowes ria denganku. Gak masalah pakai sepeda merk apa dan tipe apa serta harga berapa. Kami gak fanatik dengan satu pabrikan. Asli campur-campur. Bahkan salah seorang bolo bilang, bukan masalah gowesnya Kang, tapi mampirnya itu loh bikin semangat. Hihi… padahal biasanya cuman mampir ke warung hik di pinggir jalan, kampung pula. Tapi bener juga sih, suasana makan di warung hik jauh lebih josssh ketimbang di restoran besar atau cafe-cafe atau yang high class gitu. Meskipun edisi Ramadhan ke warungnya malam tetep josssh juga. Menurut kami begitu sih…

Tapi ini cerita salah satu bolo gowes, katanya pusakanya serasa aboh…. (bengkak, jw). Jadi ingat pengalamanku sendiri ketika memulai langkah awal nggowes. Ceritanya di sini. Baca lebih lanjut

Kangen Sawah

Pagi ini gowes santai bareng anak-anakku dua orang saja. Si Talon, Monarch 5, dan Vander 20 mau jalan-jalan…

Si Heist masih luka karena kemarin pagi accident dibawa anakku yang lainnya, mesti ganti brake set dan shifter, patah Bro. Biker keseleo lengan kanan dan lecet pundak dan jempol kaki kanan menganga… si Sierra dan lady biker-nya juga luka serta keseleo kaki kiri dan lengan kiri. Buat pengalaman lah… seseorang harus tahu rasanya terluka. Hehe… anak polah wong tuwo kepradah…

Kembali ke agenda pagi ini. Acara tanpa rencana. Kangen aroma padi ajah… Baca lebih lanjut

Banjir dan Berita

Kemarin dan semalam banyak WA dan BBM dari teman-teman luar kota masuk ke hapeku.
Piyé Kang, rapopo to… Beritane kebanjiran.
Mz, pripun kabaré. Kok nggen berita Karanganyar nembe kebanjiran.
Akhi, antum baik-baik saja kan? Fi hifdzillah…
Dll
Lha terus terang aku malah kaget. Kampungku baik-baik saja. Tak ada banjir. Tahu ada kebanjiran malah dari mereka. Nah, teman-teman yo malah jadi ikut kaget, tapi lega…. Kaget karena aku kaget. Lega karena terhindar dari bahaya. Alhamdulillah, masih dilindungi oleh Allah.
Nah, disela-sela acara di masjid omong-omong dengan beberapa orang, ternyata daerah mereka ada yang kebanjiran. Subhanallah…
Aku jadi ingat ketika Solo ada kerusuhan Mei beberapa tahun silam. Banyak teman yang mengkhawatirkan diriku yang malah jadi bengong karena sebegitu khawatirnya mereka.
Jadi kepikiran, apa memang pengaruh informasi dari media yang kadang agak “terlalu” yo…
Banjir iya, kerusuhan iya… Tapi masih ada Allah yang menjaga kita.
Atau jangan-jangan itu malah teguran dari Allah karena kita lalai dan abai serta meremehkan terhadap nilai-nilai kebaikan….?
Wong gur sibuk golek duit ae… Lali marang Allah…
Astagfirullah…

MTB pun Butuh Kaki Sendiri

  • Gak usah, ngganggu malah.
  • Mosok sepeda buat balap kok pakai standar samping. Gak banget ya.
  • Nambah berat aja tuh.
  • Bisa nyantol rumput entar.
  • Itu sudah ciri sepeda keren.

Gitu kata sebagian orang yang aku tanyain, kenapa si Talon gak ada standar sampingnya.

Bahkan ada thread di kaskus yang juga bahas hal ini. Sudah lama bahkan.

Jawaban yang diberikan pun beragam, seperti: Baca lebih lanjut

Pungli di Sekitaran Bandara Adi Sumarmo

Kemarin ngobrol dengan teman sepulang nggowes malam di warung hik lor alun-alun Karanganyar. Lha sejak punya onthel sekarang jadi nggowes kalau ada acara di seputaran Karanganyar.

Sambil nyruput teh anget kami ngobrol ngalor ngidul seperti biasanya kalau ketemu bolo-bolo. Lha kok dari obrolan jadi ngrasani… Betul, ngrasani tukang retribusi dan tukang parkir yang kelihatan oleh kami kok gak semestinya dalam arti, ilegal atau pungli.

Dari tukang parkir yang gak ngasih karcis retribusi sampai tarif yang gak sesuai maupun “petugas” yang gak berseragam. Asli atau palsu….???

Lha ndilalah aku juga ingat pas beberapa waktu lalu melepas keberangkatan kedua orang tua dan adikku umroh, kami sak keluarga naik tiga mobil.

Ceritanya begini: Baca lebih lanjut

Giant Talon Si Racun

Tahu bedanya orang barat dari orang Indonesia kalau pas naik taksi kan? Ini guyonan lama. Bagi yang belum tahu, kalau orang barat naik taksi tuh yang dilihat pemandangan di luar, tapi kalau orang Indonesia yang dilihat ya argometernya.

Lagi, apa bedanya orang Jepang dari orang Indonesia kalau soal makan dan kerja? Ini yang bikin lelucon malah orang Jepang asli loh… Kalau orang Jepang habis makan gak keringatan, tapi habis kerja keringatan. Nah, orang Indonesia kalau habis makan malah keringatan.

Nah, sekarang cerita belanja sepeda buat gowes.

Kalau orang luar sana mungkin pendekatan yang dipakai adalah kualitas produk dan kesesuaian dengan penggunaan. Kalau aku ya pakai pendekatan harga. Cukup gak duitnya? Baca lebih lanjut