Gowes to Kemuning

Tempat Kejadian Perkara: Kemuning

Waktu Kejadian Perkara: 24 November 2016

Acara ini sebenarnya sudah lama jadi agenda. Tapi gagal dan gagal lagi karena salah satu goweser yang supersibuk menjadi pemicu kegagalan. Kali ini pun yang bersangkutan terpaksa dieliminiasi biar gak gagal lagi.

Gowes kali ini melibatkan dua guru muda di sebuah pesantren di Sragen. Start pun dimulai dari area pesantren. Diiringi pandang mata ratusan santri kami memulai genjot pedal. Kami berempat saja, dua guru dan dua lagi penghuni tetap setiap acara. Armada yang kami libatkan adalah Polygon Heist, Giant Talon, Specialized Pitch Pro, dan Giant Anthem X. Gak seragam baik sepeda maupun pakaian, seperti biasanya aja. Baca lebih lanjut

Yang Penting Sehat, Gak Kudu Cepat

Itu bukan karena mutung atau putus harapan, atau omongan orang yang kalah adu speed dengan goweser lain. Bukan sebagai pembelaan diri, tapi memang seseorang mesti tahu diri, bisa mengukur kemampuan sendiri, dan gak lupa umur dan juga mesti ingat anak istri, yang saat ini istri masih satu dan anak duabelas ninggal empat.

Juga karena beberapa kali baca artikel di blog gowes yang menuliskan kabar duka tentang goweser yang meninggal ketika nggenjot di jalan karena serangan jantung. Juga teman bengkel pernah cerita kalau dia pernah nolongin goweser yang tersungkur dijalan dan sesaat kemudian meninggal karena jantungnya overload.

Mau sehat malah akhirat… Baca lebih lanjut

Tawangmangu

Waktu kejadian: hari Kamis, 20 Oktober 2016.

Tempat kejadian perkara: Tawangmangu.

Ya, rada lucu sebenarnya. Mulai dari acara yang gak direncanakan, terpisahnya anggota rombongan, hingga tanjakan dan ketemu saudara dan klimaksnya adalah terminal Tawangmangu.

Hari itu, sekitar jam 6 pagi, ada seorang teman datang bawa sepeda hybrid miliknya untuk disetel RDnya. Aku pun menggelar peralatan bengkel pribadiku di samping rumah. Dan jadilah bengkel pit onthel dadakan. Dan istriku nganterin 2 cangkir teh anget ditemani pohung goreng. Sedap…

Tak berapa lama, datang satu orang lagi nimbrung ngobrol ngalor ngidul. Selesai nyetel sepeda, satu orang nyeletuk, nggowes ke mana nih…

Akhirnya, dengan tanpa rencana, kami bertiga langsung siap grak nyiapin armada onthel. Langsung genjot ngarah ke timur. Gak tahu mau ngarah ke mana, pokoke ke timur. Baca lebih lanjut

Lepas

Itulah perasaan kami saat nggowes santai dengan rute, Mojoreno (Sidoharjo) – Jatiroto – Jatisrono – Sidoharjo dengan rute bervariasi. Kadang onroad tapi kadang offroad.

Petualangan bermula Rabu malam. Sepulang acara di Solo dengan istri, bolo-bolo sudah menunggu dengan raut wajah sumringah. Meski secara standar goweser, model kami memang gak masuk itungan tapi hal itu gak mampu menghalangi kami untuk tetap menikmati segala keadaan. Gimana coba, belum semua pakai helm, belum semua pakai sepatu. Gak ada pakaian khusus buat gowes. Gak nggenah wis pokoke. Subhanallah… Baca lebih lanjut

Koripan

Waktu kejadian: 17 Agustus 2016

Tempat kejadian perkara: Koripan

Yups, kali ini ada anakku si Ahmad yang sedang liburan dari pondoknya. Ayo, Le… nemani ayah yo…

Start dari rumah jam 6 pagi. Rombongan hanya bertiga, anakku dan 2 orang anggota tetap. Setting tripnya nyante karena anakku belum pengalaman. Momong ceritanya…

Weladalah… yang diemong kabur duluan. Si Ahmad melesat meninggalkan yang tua-tua. Iya juga sih, ini kali kedua buat si Ahmad dengan rute Karanganyar-Ngrawoh-Matesih. Kali pertama dia make Polygon Rayz 24 inchi, agak berat dan agak kekecilan. Dan kali ini dia kebagian nggenjot Giant Talon yang jauh lebih ringan bobot sepedanya dan ukuran sepeda yang S dengan ring roda 26 terasa pas dengan ukuran badannya. Klop wis…

01Yo sudah Le, istirahat dulu di Matesih sisi utara, tepatnya di pojok pertigaan yang ngarah ke Giribangun.

Setelah beberapa menit istirahat dan keringat sudah gak kebroh-kebroh amat, kami sarapan tahu kupat depan puskesmas Matesih. Sedapnya tahu kupat…. Baca lebih lanjut

Rute Baru

Mungkin bagi yang sudah wira-wiri nggowes, jarak sekitar 19km dengan didominasi tanjakan adalah hal biasa, tapi bagiku dan bolo-bolo dengan pengalaman nggowes nol persen adalah sesuatu. Dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk nggowes lagi dan lagi. Sebenarnya kalau mengikuti rute jalan besar gak akan sampai 19km, tapi kami memang mau bersantai dengan jalur suka-suka.

Begitulah, pagi tadi start dari rumah sekitar jam setengah 6 pagi. Basecamp di daerah Mojo, Ngaliyan. Disana sudah menunggu 2 orang teman. Satu orang gagal berangkat karena onthel baru saja accident. Langsung pancal dengan diiringi doa perjalanan.

Kami mulai nanjak di jalan sisi selatan desa Mojo ini, menyusuri bekas irigasi jaman Belanda. Nanjak terus sampai di desa Kerten dimana ada pohon besar yang ada tulisan Perjanjian Gianti tahun 17an, lalu masuk jalan besar Karanganyar-Matesih dan kami langsung mengarah ke timur. Baca lebih lanjut

Onthel, Racun Dunia

Konon, seorang J-Lo dalam satu momen hidupnya terinspirasi oleh aroma tempat dia berada. Lalu dia membangun angan-angan, khayalan dan imajinasinya dengan kesan aroma itu. Kemudian dia mengundang para Nose, yakni kaum perfumer yang mampu membaca emosi bahkan membangkitkannya, mampu meraba kenangan si dia lalu mereka sendiri akan memimpikannya, membangkitkan imajinasi mereka lalu merangsang indera mereka untuk mengurai unsur apa saja yang membangun emosi si dia. Dari kemampuan seorang Nose yang mampu membedakan dan mengidentifikasikan ribuan aroma dasar dari alam, mereka akan menciptakan wewangian yang sesuai dengan emosi si dia. Dari sinilah tercipta konsep rancangan wewangian baru. Tentunya dari sekian Nose yang merancang, hanya ada satu saja yang berhasil lolos dari seleksi yang kemudian dengan melibatkan ahli kimia akan terciptalah bentuk fisik sebuah parfum. Tinggal pabrikan yang ditunjuk oleh si dia yang akan memproduksi parfum secara massal untuk dipasarkan.

Demikian pula di dunia sepeda. Baca lebih lanjut

Onthel, Antara Rencana Belanja dan Kebutuhan Upgrade

Hindari upgrade komponen sepeda. Kalimat itu aku tanam dalam hati dan ku tulis di blog ini untuk jadi pengingat.

Waktu ambil Polygon Rayz 24” dual suspension buat anakku (lagi), aku sempat melihat-lihat drivetrain di balik kaca etalase Rodalink. Sungguh…. harga part onthel sering gak masuk akal.

Aku tanya ke mekanik, bagaimana kebiasaan goweser yang ke Rodalink buat upgrade sepeda. Dari sini aku mendapat tambahan pengetahuan, bahwa sebagian goweser pemula akan keracunan upgrade ketika mereka memulai beli sepeda dari level harga yang rendah. Biasanya mereka beralasan, beli sepeda pertama sekedar untuk olahraga, lalu seiring dengan kebiasaan gowes dan bertemu dengan sesama goweser di jalan, akan mulai keracunan. Semua dimulai dari…. thinggg…. Baca lebih lanjut

Headlamp Buat Gowes Malam

Seiring dengan perubahan kebiasaanku dalam pilihan moda transportasi jarak pendek dari motor ke onthel, semakin sering aku mengandalkan si Heist dan Talon untuk pemenuhan kebutuhan harianku dan keluarga. Memang selain untuk nggowes offroad, aku juga gunakan untuk komuter harian. Hingga suatu ketika, aku harus gunakan onthel untuk acara malam hari. Dan sampai disini aku kebentur dengan ketiadaan lampu penerangan.

Akhirnya karena sudah menjadi kebutuhan, aku ke Rodalink Solo untuk belanja lampu depan yang bisa dipasang-copot, sekalian servis si Heist pasca kecelakaan kemarin. Heist ganti front brake set dan aku ambil lampu depan merk Cat Eye Volt200. Terus terang pertimbangan utama memilih tipe ini adalah plug play dengan braket yang terasa kokoh dan baterai isi ulang yang digunakan adalah lithium polymer. Kenapa mesti lithium polymer? Googling aja… Sebenarnya secara spek aku gak begitu nggagas, yang penting kebutuhan terpenuhi. Baca lebih lanjut

Pusaka Aboh Jilid 2

Sekedar mau berbagi cerita.

Beberapa waktu lalu, bolo-bolo sudah ikut keracunan bergowes ria denganku. Gak masalah pakai sepeda merk apa dan tipe apa serta harga berapa. Kami gak fanatik dengan satu pabrikan. Asli campur-campur. Bahkan salah seorang bolo bilang, bukan masalah gowesnya Kang, tapi mampirnya itu loh bikin semangat. Hihi… padahal biasanya cuman mampir ke warung hik di pinggir jalan, kampung pula. Tapi bener juga sih, suasana makan di warung hik jauh lebih josssh ketimbang di restoran besar atau cafe-cafe atau yang high class gitu. Meskipun edisi Ramadhan ke warungnya malam tetep josssh juga. Menurut kami begitu sih…

Tapi ini cerita salah satu bolo gowes, katanya pusakanya serasa aboh…. (bengkak, jw). Jadi ingat pengalamanku sendiri ketika memulai langkah awal nggowes. Ceritanya di sini. Baca lebih lanjut