300 km Putaran Roda Suzuki Address

300km-an si Address sudah menjajal roda sepanjang Solo-Karanganyar-Sukoharjo. Feel berkendara sudah mulai match. Kulino. Istri juga welcome dengan model dan rasanya juga. Sudah parkir di pasar, meski gak ada teman. Lha wong kalau gak Beat, Mio, ya Vario. Address sendirian ajah.

Pernah ada kejadian di daerah sekitaran Polokarto, dalam kecepatan sekitar 90an, panic break, depan belakang tuas rem kutarik kuat, eh… selip dah ban belakang. Ngesot… piye iki…. catatan untuk ban belakang nih.

Soal surat kendaraan, tanggal 8 Juni aku ambil unit, tanggal 4 Juli STNK dan nomer polisi jadi. Gak tahu ini lambat atau biasa atau cepat, bagiku masih masuk kategori lambat. Baca lebih lanjut

Suzuki Address 110: Mbangun Tresno

Begitulah, wong tuwo sudah paring ujar-ujar, witing tresno jalaran soko kulino… Rasa cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa.

Itulah yang sedang aku lakukan pada si gendhuk Suzuki Address. Meskipun yang lain juga aku perlakukan demikian.

Pilihan ini adalah hasil topo broto selama 2 bulan. Juga berkat bisikan dari para empu.

Mas Sucahyoaji bilang, untuk Address kok rasanya nggak semungil suzuki matik lainnya. Nah, masuk nih. Kalau dari awal yang nancep di hati adalah Nmax 150 kan karena ukurannya. Tapi secara fungsionalitas, lebih masuk ke Address. Meski gak sebongsor Nmax 150, tetapi buat bawa barang belanjaan lebih oke Address 110. Bahkan menurut salah satu komentar pengunjung blog ini: dari segi fungsionalitas, Address > Vario 150. Baca lebih lanjut

Beli Motor Dipaksa Kredit? Laporkan!

Mau Beli Sepeda Motor Tunai, Konsumen Dipaksa Kredit

Fenomena dealer sepeda motor yang lebih mengutamakan penjualan kredit sudah menjadi rahasia umum sejak lama. Meski sudah banyak pelaporan dan keluhan, sekaligus tindakan dari berbagai merek, namun tetap saja praktiknya tak bisa dihindari.

Pemicunya jelas. Insentif dari leasing ke dealer atau sales yang cukup besar menjadi trigger untuk oknum tenaga penjual mengeruk keuntungan. Konsumen pun dirugikan, saat ingin membeli sepeda motor secara cash, justru tidak semulus saat bilang akan beli secara kredit.

Pengalaman terbaru dialami Frangky. Kepada KompasOtomotif, dirinya menceritakan pengalaman saat ingin membeli Honda CBR150R rakitan lokal, beberapa waktu lalu di salah satu dealer Honda kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Baca lebih lanjut

Antara Yamaha NMAX, Honda Vario 150, dan Suzuki Address…. Beli Pa Gak Ya?

Sesudah sekian lama duduk di ruang tunggu sambil membolak-balik halaman bergambar Yamaha Nmax 150, Honda Vario 150, Suzuki Address 110, dan dalam kesempatan tertentu datang ke dealer buat test ride, akhirnya pilihan hati mengarah ke Suzuki Address. Masalahnya BELI PA GAK YA…..

Begini;

Memang gak fair kalau mau compare wong gak sekasta. Tapi komparasi hanya sebagai alasan untuk beli apa gak beli. Wis…

warnanya keren, pesen bisa gak ya...?

warnanya keren, pesen bisa gak ya…?

Value. Baca lebih lanjut

Motor Legendaris

Lepas dari hingar bingar motor di perkotaan, kalau buat berkebun di daerah Jumapolo, aku yo pilih ini…

mantaps

mantaps

Ini motor legendaris. Yamaha RX King lawas. Era akhir 80an… tapi wis pating prothol. Yang penting fungsional.

Kelengkapan dokumen? Gak ada wis…. kalau lewat di jalan dan ketemuan pak polisi lagi mokmen yo cuman dibiarin. Ra onok wadhahe nggo nggowo malah keporo ngregeti bak mobil polisi, yakne… Buat ngangkut pupuk, baik kandang asli maupun organik. Pulang berkebun bawa rambanan, pakan sapi dan kambing. Wis top markotop.

Urusan perawatan? Main coro ndeso aja wis… sepanjang bisa diakali ya gak usah ganti part. Gak usah ndengerin ceramah para ahli otomotif, nyatanya motor ini masih bertahan dan tetep percaya diri. Bukannya mau anggap sepele aspek teknis dan safety riding, tapi secara sikon motor ini harus dilepaskan dari aturan baku habitatnya.

Biarlah bakul sayur naik R25 atau Z1000, atau pas dodolan parfum naik Grand Livina, tapi tetep aja kalau ke kebun paling pas yo naik King Lawas…. Piye jal…

Jeritan Menyayat Dari Kolong Mesin

Masih berkaitan dengan kasus Grang Livina yang habis servis kemarin, aku coba intip sendiri ada apa di balik kap mesin mobil ini.

pulley tampak mengkilap dengan banyak goresan mirip sayatan

pulley tampak mengkilap dengan banyak goresan mirip sayatan

Aku perhatikan, pulley begitu kering dan terlihat goresan yang mirip sayatan. Pasti ulah belt ini….

Aku coba olesi salep mesin yang biasa disebut gemuk (baca: gemok), vaselin body machine, tapi gak usah banyak-banyak. Bahkan cukup aku oleskan grease sak ndulit di sisi luar pulley, itu saja. Takut kebanyakan entar malah jadi penyebab slip… cmiiw…. Aku coba jalananin mundur mobil dan jalan maju pelan –karena suara sering menyayat hati disaat-saat seperti ini- eh…. beres.

Alhamdulillah….

Lah, gara-gara kasus jeritan menyayat ini, aku jadi sering memperhatikan Grand Livina yang lewat di gang kecil di sudut kota Solo biasa aku nongkrong. Ternyata gak sedikit yang kalau pas tarikan, keluar jeritan yang sama.

Catatan:

Gak tahu caraku ini bener pa gak. Padahal keselamatan berkendara adalah harga mati. Tapi, sejauh ini (bi ’aunillaah) baik-baik saja….

Gak Sreg: Pengalaman Servis Resmi Grand Livina di Nissan Solobaru

Ini cerita pengalaman sendiri saja.

Pasca servis grand livina km 20ribu. Berarti servis kedua kan. Servis pertama gak ada ceritanya, karena semua berjalan normal. Servis kedua ini baru ada ceritanya.

Tanggal 17 Maret, aku datang ke Nissan Solobaru, ditemani temanku. Dapat urutan servis ke 227…

Ya sudah, karena gak pakai menu kencan, ya sedapatnya nomer deh.

Dari jam 9an aku datang, jam 15an baru mobil masuk ruang servis. Sekira jam setengah lima sore baru kelar.

Habis servis mobil dicuci dan dibawa jalan sebentar oleh mekanik. Dites sebelum diserahkan ke pemilik.

Kemudian urusan kasir. Baca lebih lanjut

Sandal Jepit dan Helm

Beberapa hari lalu aku nyoba test rise salah satu matic di sebuah dealer motor di Karanganyar.

Saat nyemplak sang matic, aku diguyonin sama mbak salesnya.

Pak, cakep deh….

Pakai sepatu tambah cakep mesti….

Lhadalah….

Iya ya…

Aku baru ngeh kalau sudah lama gak sepatuan. Seingatku sejak aku pulang dari Jakarta tahun 97 lalu. Saat itu aku memang lepas sepatu. Hidup di kampung, bukan pegawai, gak punya acara resmi, dan lain semacamnya. Pure kampung style…. sandal jepit swallow warna ijo, wis…. Sering hilang kalau pas ke masjid, hehe…. Tapi selalu saja toko kelontong di dekat rumah menyediakannya untukku…. Baca lebih lanjut

Mobil FWD Dipakai Nanjak Terus Ndhangak

Nih, salah satu kekurangan penggerak roda depan yang aku rasakan sebagai pemakai derajat murni, alias gak mudheng urusan teknis.

Rabu kemarin aku dan bolo-bolo acara makan siang di Resto Kemuning, area kebun teh di daerah Karangpandan.

Selesai makan siang dan ngobrol-ngobrol, kami sekalian jalan, naik ke bagian tertinggi dari hamparan kebun teh itu. Baca lebih lanjut